<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="99537">
<titleInfo>
<title>Serat Dewaruci Kramaprawira:</title>
<subTitle>Salinan serat, alih aksara dan bahasa</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Suparyanto, P.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Penerbit Kanisius</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet.1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>335 p.; 15 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Seperti yang kita ketahui, Serat Dewaruci Kramaprawira berisi ajaran tasawuf Jawa yang memiliki beberapa versi. Dalam buku Serat Dewaruci edisi Kramaprawira, penulisnya menyampaikan paparan yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Seperti halnya makanan, buku ini menawarkan makanan yang dapat dimakan yang siap dikonsumsi tanpa pengolahan.

Sinopsis Buku

Isi cerita Dewaruci ini sarat dengan nuansa mistik Jawa, yakni orang-orang yang mencari jati dirinya dengan cara Kejawen. Unsur mistik dan sinkretisme antara Islam dan Hindu serta Budha telah merasuki masyarakat Jawa.

Serat Dewaruci edisi Kramaprawira ini lebih singkat dibandingkan dengan edisi lain yang terbit sebelumnya. Edisi Mangoenwidjaja misalnya, satu stanza pada Canto I, dan enam stanza pada Canto V lebih panjang. Dalam tradisi lisan dan pewayangan, bahkan di kalangan para peneliti, mereka menerima begitu saja bahwa Bhima akhirnya mendapatkan apa yang ia cari: tirta pawitra. Senyatanya, teks bicara sebaliknya.

Dalam Serat Dewaruci edisi Kramprawira ini, setelah perjumpaan Bhima dengan Dewa Ruci, tirta pawitra tidak dikisahkan lagi. Di samping misterinya tokoh-tokoh Drona dan Dewaruci dalam penziarahan spiritual Bhima, tidak hadirnya tirta pawitra ini membuka ruang kesadaran untuk menginterpretasi.</note>
<subject authority=""><topic>Spiritualitas</topic></subject>
<classification>204.4</classification><identifier type="isbn">9789792167771</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>204.4 Sup s</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">03202500295</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>204.4 Sup s</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Serat_Dewaruci_krmaprawira.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>99537</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-26 15:18:57</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-08 10:28:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>