|
Buku ini merupakan hasil Konsultasi Nasional Mahasiswa Teologi Indonesia (KNMTI) PERSETIA 2023 dan diterbitkan atas kerja sama antara Persetia, Mission 21, Kerk in Actie dan Taman Pustaka Kristen.
Dalam buku ini, para kontributor membagikan penelusuran intelektual mereka tentang berbagai dimensi trauma dari beragam konteks dan perspektif keilmuan. Keberagaman ini menghasilkan peta kecil teologi trauma masa kini, yang bertolak dari luka dan pengalaman para korban, yang jarang terdengar dalam literatur arus utama yang cenderung lantang dan dominan.
Dalam buku ini, Anda akan menemukan berbagai wajah trauma di berbagai konteks, mulai dari Poso, Toraja, hingga Brazil, Tiongkok, Amerika Serikat, dan komunitas Afro-Amerika. Buku ini mengupas beragam aspek dan kasus yang memperlihatkan realitas trauma yang pekat dan kompleks. Mulai dari trauma individual hingga trauma kolektif, diskriminasi terhadap perempuan dan orang dengan disabilitas, kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kawin tangkap, denda adat, bunuh diri, hingga catatan kelam gereja di hadapan himpitan persoalan sosial ekonomi dan politik.
Di tengah kenyataan ini, Anda juga akan menemukan berbagai respons teologis yang memberikan harapan pemulihan, seperti teologi ingatan, pendampingan pastoral sinergis, doa batin St. Ishak dari Suriah, Stoikisme dan tradisi Mangandung, kisah Ayub yang berhasil bertahan dalam pencobaan, hingga pelajaran dari kisah Yunus yang meminta maut kepada Tuhan. Bersama para penulis, pembaca diajak untuk terus mengembangkan perspektif berteologi dari tempat-tempat yang tidak mapan dan menggelisahkan, berempati dengan para korban, serta menularkan keberanian untuk selalu berada dalam pencarian keadilan bagi mereka yang menderita karena ketidakadilan.
|