Book's Detail
Putih : Warna kulit, ras, dan kecantikan di Indonesia tradisional

Di Indonesia, berkulit putih dipandang sebagai norma kecantikan. Obsesi memiliki kulit putih membuat produk pemutih kulit menduduki tempat teratas dalam penjualan industri kosmetik. Dari mana obsesi itu bermula, dan apa makna sosial-politik berkulit putih di Indonesia?

Bahkan jauh sebelum masuknya kolonialisme Barat, perempuan berkulit putih sudah dianggap sebagai ideal kecantikan, se­perti terlihat dari epos India Ramayana yang diadaptasi di Jawa pada akhir abad ke-9. Pada era kolonialisme Belanda, putih mulai mendapat muatan rasialnya ketika cantik putih diidentikkan dengan ras Kaukasia. Seiring masuknya Jepang ke Indo­nesia, disebarkanlah ideal ­cantik putih yang baru: putih Asia. Sementara pada era pascakolonial, ruang geografis Indonesia rupanya menjadi penanda penting untuk dilekatkan pada kategori putih yang kini nasionalistik , yakni “putih Indonesia”. Terakhir, pada era globalisasi kontemporer saat ini, kulit putih menjadi kualitas virtual yang lepas dari tubuh riilnya secara rasial maupun kebangsaan.

Buku ini bermaksud melacak peredaran citra-citra kecantikan lintas lokasi geografis dan babak kesejarahan yang berbeda-beda, dan menjelaskan bagaimana sirkulasi trans­nasional tersebut tu­rut melestarikan supremasi putih di aras global dan membentuk konstruksi ras, gender, dan warna kulit di Indonesia.

Statement of Responsibility
Author(s) Laraswati, L. Ayu - Personal Name
Edition
Call Number 177.5 Sar p
ISBN/ISSN 9789791260701
Subject(s) di Indonesia
Wanita
Rasis - warna kulit
Classification 177.7
Series Title
GMD Print
Language Indonesia
Publisher Marijin Kiri
Publishing Year 2024
Publishing Place Tangerang
Collation xiv, ind. 254 p.; 21 cm
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...