<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="99380">
<titleInfo>
<title>Hermeneutika ilmu sosial</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ricœur, Paul</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bantul</placeTerm></place>
<publisher>Kreasi Wacana</publisher>
<dateIssued>2012</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 4</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>x, ind. 426 p.; 24 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>KENDATI pada awalnya hermeneutika hanya berkisar pada soal mema- hami dan menafsirkan teks, namun dalam perkembangannya disiplin ini bergerak lebih jauh demi menyelidiki hakikat pemahaman itu sendiri, mencari tahu apa yang membuat pemahaman jadi mungkin dan apa saja yang mungkin dipahami oleh daya kognitif manusia. Karena itulah hermeneutika disebut-sebut sebagai disiplin yang mengkhususkan diri pada refleksi teoretis tentang pemahaman dan interpretasi.

Di lain pihak, sudah lama disadari bahwa ilmu sosial amat memerlukan hermeneutika karena yang jadi domain penyelidikannya adalah manusia yang senantiasa mereproduksi makna dan tanda untuk kemudian saling mempertukarkan maupun memperebutkannya.

Kalau memang hermeneutika dibutuhkan ilmu sosial, tidakkah itu membenarkan anggapan bahwa tindakan manusia juga dapat dipa- hami sebagai teks? Sebab, bagaimana pun juga amanat yang diemban ilmu sosial adalah memperhatikan, menyelidiki dan kemudian membuat ke- simpulan tentang tindakan manusia, baik individu maupun kolektif, baik yang disaksikan langsung maupun yang terekam dalam sejarah

Ricoeur menawarkan jawaban positif untuk pertanyaan tersebut, bahwa tindakan manusia juga bisa dan semestinya memang diselidiki dan dipahami sebagaimana prinsip-prinsip yang berlaku ketika seseorang menghadapi sebuah teks. Dengan memaparkan sekelumit prinsip-prinsip dasar hermeneutika, kemudian beralih pada prinsip-prinsip interpretasi yang melandasi interpretasi atas sebuah teks, di buku ini Ricoeur menguraikan rangka teoretis yang membuat tawarannya tadi memang tidak mustahil.</note>
<subject authority=""><topic>Hermeneutika</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Filsafat ilmu sosil</topic></subject>
<classification>220.601</classification><identifier type="isbn">9793722533</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>220.601 Ric h</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">10202400133</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>220.601 Ric h</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>unnamed_%281%29.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>99380</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-22 12:49:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-22 12:58:02</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>