<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="99379">
<titleInfo>
<title>Allah di tengah pusaran topan :</title>
<subTitle>Bagaimana kasih-kudus Allah mengarahkan kembali dunia kita</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wells, David F.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Momentum</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>xiv, 268 p.; 24 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>&#34;Di dalam buku yang oentin ini, David Wells memulai proses untuk mendaratkan kritiknya yang berpengaruh terhadap kebudayaan modern yang terbaru dan gereja, kepada praktiknya. Saya sangar senang merekomendasikan jilid ini.&#34; - TIM KELLER

&#34;Kaya, dalam dan setia--Allah di Tengah Pusaran Topan mengundang kita untuk datang ke hadapan hati Allah. Tidak ada theolog yang memahami dunia modern dengan lebih baik ketimbang David Wells, dan pula tidak ada theolog yang menggunakan dunia modern dengan cara yang lebih berpengaruh untuk menarik kite kembali kepada kebenaran-kebenaran yang mendasar dan tidak pernah boleh digantikan oleh apa pun yang terbaru.&#34; - OS GUINNESS

&#34;Bidang theologi biblika, bidang theologi sistematika, dan bidang penyelidikan kultural, ini merupakan karya yang handal yang tidak mungkin dapat diabaikan oleh generasi saya--dan sesungguhnya juga oleh setiap generasi. SEtelah bertahun-tahun menunjukkan kedangkalan dai aliran Injili, inilah rangkuman yang piawai dari Wells mengenai apa yang seharusnya menjadi kedalaman kita, penyeimbang kita, pusat kita.&#34; - KEVIN DEYOUNG</note>
<subject authority=""><topic>Allah (Kekeristenan) - kasih</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kekristenan dan budaya</topic></subject>
<classification>231.6</classification><identifier type="isbn">9786023931125</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>231.6 Wel a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">10202400132</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>231.6 Wel a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>WhatsApp_Image_2024-10-22_at_11.45.33.jpeg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>99379</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-22 12:04:03</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-22 12:05:16</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>