|
Bila Anda tidak mendidik anak-anak Anda, medialah yang akan mendidik mereka.
Beraneka ragam film, acara TV, radio dan musik pop yang kerap dibumbui dengan adegan kekerasan dan sex mungkin telah menyesakkan Anda selama ini, dan semuanya itu bersaing ketat untuk merebut perhatian serta kekaguman anak-anak Anda.
Itu belum seberapa, kini bahkan telah hadir jaringan TV kabel dengan 500 saluran, komputer-komputer pribadi yang mampu menampilkan halaman demi halaman berbagai majalah, dan beraneka "bayang-bayang nyata dilayar kaca", sehingga video game yang selama ini meyedot perhatian jutaan manusia hanya bagaikan film kartun biasa.
Sebagai pakar dibidang media, Quentin J. Schultze, berpendapat bahwa jaringan komunikasi media dengan teknik super canggih itu tidak diragukan lagi akan menyingkirkan hubungan komunikasi tradisional antar anggota keluarga. Bahkan, "Saya yakin serbuan media tersebut tidak mungkin terbendung bila tidak ada komitmen untuk membangun hubungan timbal balik yang kokoh di antara anggota keluarga dan para sahabat.
Ini buku yang sarat dengan kisah-kisah yang membangkitkan semangat yang diangkat langsung dari kehidupan pribadi keluarga penulisnya, dilengkapi dengan strategi jitu untuk menjadikan media sebagai hamba, dan bukannya majikan, keluarga Anda.
Quentin J. Schultze adalah seorang pengajar ilmu dan seni komunikasi pada Calvin College yang sering dijadikan narasumber dibidang keagamaan dan media oleh majalah-majalah terkemuka.
Buku-bukunya yang memperoleh pengakuan tinggi antara lain adalah Dancing in the Dark: Youth, Popular Culture and the Electronic Media (yang ia tulis bersama penulis lain) dan Redeeming Television.
|