<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="98526">
<titleInfo>
<title>Virus, manusia, Tuhan :</title>
<subTitle>Refleksi lintas iman tentang Covid-19</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sofjan, Dicky</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wildan, Muhammad</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Gramedia</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>xx, ind. 338 p.; 23 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pandemi Covid-19 telah menghancurkan dan mengubah secara drastis seluruh aspek kehidupan. Berbagai asumsi, prediksi, serta analisis ilmiah maupun medis bermunculan untuk menjelaskan pandemi ini. Semua berusaha menjawab pertanyaan bagaimana kita harus menyikapi wabah ini: optimistis atau pesimistis? Dengan kematian yang telah mencapai lebih dari satu juta jiwa di lebih dari 200 negara, nasib umat manusia semakin tidak menentu. Bahkan agama sebagai sebuah sistem sosial telah diobrak-abrik oleh wabah ini, hingga menuntut kita berpikir lebih dalam. Mereka yang tak punya pegangan kuat dalam menghadapi pandemi mengunci diri di rumah. Di sinilah iman berperan untuk menguatkan manusia dalam menghadapi virus berbahaya ini, walaupun bertentangan dengan argumentasi saintifik. Mengapa Allah membiarkan manusia menderita menghadapi virus yang mematikan ini? Mengapa Tuhan tidak menghapuskan segala penyakit dan penderitaan manusia yang disebut sebagai khalifah di muka bumi ini? Di mana peran keimanan dalam menghadapi wabah ini? Bagaimana manusia menyikapi kesengsaraan yang dihadapinya? Buku Virus, Manusia, Tuhan coba menjawab beragam pertanyaan terkait keimanan dan Covid-19 yang telah memorakporandakan kehidupan manusia di seluruh dunia. Para ahli agama, teolog, dan mereka yang mewakili komunitas agama di Indonesia menawarkan beragam refleksi dan perspektif lintas iman sebagai pegangan di masa sulit ini.</note>
<subject authority=""><topic>Refleksi lintas iman</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Nilai-nilai luhur keagamaan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Wabah covid-19</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Pandemi Covid-19</topic></subject>
<classification>261.2</classification><identifier type="isbn">9786024815035</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>261.2 Sof v</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">04202300118</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>261.2 Sof v</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Virus-manusia-Tuhan.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>98526</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-14 14:42:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-25 15:23:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>