|
Buku ini diluncurkan dalam rangka satu tahun terbentuknya Konferensi Tahunan
Pengembangan, yang merupakan impian berpuluh tahun dari jemaat Gereja Methodist Indonesia yang berbahasa Tionghoa. Sejarah pelayanan Tuhan di kalangan orang Tionghoa sudah dimulai sejak masuknya misi Methodist ke Indonesia pada tahun 1905. Dalam bagian awal, tulisan Sejarah Singkat Konta Pengembangan membawa penulis melihat secara singkat perkembangan, dinamika, pertumbuhan dan hambatan untuk mewujudkan 1 Konferensi Tabanan berbahasa Tionghoa. Distrik Pengembangan (Tionghoa) yang sudah ada, berbenturan dengan keadaan politik di zamannya. Belum lagi pembentukan satu Konferensi Tahunan berdasarkan etnis di tolak beberapa kali dalam sidang-sidang konferensi. Hingga pada Konferensi Agung di bulan Oktober 2021, usulan untuk membentuk 1 Konferensi Tahunan berbahasa Tionghoa disetujui oleh peserta sidang
Di bagian selanjutnya, terlihat bahwa GMI Konta Pengembangan harus bergerak cepat dalam pelayanan, dengan visi dan misi yang harus diemban oleh para hamba Tuhan, majelis gereja dan jemaat. Teologi Methodist yang telah diwariskan oleh para pendahulu harus dipertajam agar tetap eksis di tengah-tengah konteks berteologi Kristen di masa kini. Pelayanan kepada suku Tionghoa, dan secara khusus kepada para remaja dan pemuda, dengan belajar kepada sejarah, harus semakin ditingkatkan. Sebab pemuda adalah pilar-pilar bagi masa depan gereja.
Terakhir, harapan serta kerinduan dari para Senior agar tetap menjaga dan mengembangkan Spirit penginjilan yang telah ditanamkan oleh para misionaris dan pendahulu sebelumnya melalui kegiatan retreat, baik di tingkat remaja, pemuda dan orang-orang dewasa. Karenanya, GMI Konta Pengembangan percaya bahwa di saat setiap orang dipanggil dan diberkati oleh Tuhan, maka mereka pun akan siap menjadi saluran berkat bagi masyarakat di Nusantara ini.
|