<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="98474">
<titleInfo>
<title>Di manakah belas kasihan Tuhan? :</title>
<subTitle>Meratapi penderitaan hidup bersama Kitab Ratapan</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hadianto, Jarot</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Depok</placeTerm></place>
<publisher>Penerbit Kanisius</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>192 p.; 23 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Buku Di Manakah Belas Kasihan Tuhan? Meratapi Penderitaan Hidup Bersama Kitab Ratapan bermaksud mengajak kita untuk membaca Kitab Ratapan secara kontekstual dengan latar belakang pandemi yang tanpa terduga menimpa generasi yang hidup sekarang ini. Ketika kita mengalami kesusahan, orang lain sering kali menyerukan agar kita tegar, jangan menangis, jangan menyerah, jangan patah semangat, dan sebagainya. Namun, bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud manakala kita benar-benar tidak bisa apa-apa lagi? Semuanya sungguh telah habis, termasuk napas, tenaga, dan semangat hidup kita. Bantuan dari orang lain tidak bisa diharapkan karena semua orang ternyata berada dalam situasi yang sama. Apa yang bisa kita lakukan? Mari kita menangis dan meratap bersama-sama! Inilah saat yang tepat bagi kita untuk melakukan hal itu. Jangan pedulikan orang-orang yang menghinakan air mata dan meremehkan suara-suara memelas. Mereka tidak akan bisa merendahkan kita sebab kita sudah berada di titik terendah dalam kehidupan. Lagi pula, kita yang mengalami penderitaan itu, kita jugalah yang merasakannya, bukan mereka. Tidak apa-apa kalau kita ingin menangis keras-keras dan meratap dengan suara nyaring. Kita ditemani oleh Kitab Ratapan yang berisi seruan dari orang-orang yang bernasib sama dengan kita.</note>
<subject authority=""><topic>Alkitab - Tafsiran - kitab Ratapan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Perjanjian Lama</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kitab Ratapan</topic></subject>
<classification>221.73</classification><identifier type="isbn">9789792172867</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>221.73 Had d</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">02202300049</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>221.73 Had d</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Di_manakah_belas_kasihan_Tuhan.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>98474</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-13 14:43:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-20 10:35:22</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>