<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="97711">
<titleInfo>
<title>Brothers, We are not professionals</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Piper, John</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>Pionir Jaya</publisher>
<dateIssued>2011</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>263 p.; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam edisi yang direvisi dan diperluas dari Brothers, We Are Not Professionals yang mencakup pengantar baru dan memilih semua bab baru, penulis buku terlaris John Piper memohon melalui serangkaian esai yang bijaksana dengan rekan-rekan pendeta untuk meninggalkan profesionalisasi penggembalaan dan mengejar panggilan kenabian Alkitab untuk pelayanan radikal.

“Kami para pendeta dibunuh oleh profesionalisasi pelayanan pastoral,” tulisnya. “Mentalitas profesional bukanlah mentalitas nabi. Ini bukan mentalitas hamba Kristus. Profesionalisme tidak ada hubungannya dengan esensi dan inti dari pelayanan Kristen. Semakin kita ingin menjadi profesional, semakin banyak kematian rohani yang akan kita tinggalkan di belakang kita. Karena tidak ada kekanak-kanakan profesional, tidak ada kelembutan profesional, tidak ada profesional yang terengah-engah mengejar Tuhan.

“Saudara-saudara, kami tidak profesional. Kami adalah orang buangan. Kami adalah orang asing dan orang buangan di dunia. Kewarganegaraan kita ada di Sorga, dan kita menantikan Tuhan dengan penuh harap (Flp. 3:20). Anda tidak dapat memprofesionalkan cinta untuk kemunculan-Nya tanpa membunuhnya. Dan itu sedang dibunuh.

“Dunia menetapkan agenda pria profesional; Tuhan menetapkan agenda manusia rohani. Anggur yang kuat dari Yesus Kristus meledakkan kantong anggur profesionalisme.”</note>
<subject authority=""><topic>Pelayanan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Gembala</topic></subject>
<classification>253.5</classification><identifier type="isbn">9789793546</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>253.5 Pip b</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">03202201188</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>253.5 Pip b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>97711</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 20:25:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-09 12:13:18</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>