<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="97693">
<titleInfo>
<title>Paradigma pendidikan universal di era modern dan post-modern</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ali Maksum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Luluk Yunan Ruhendi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Yogyakarta: IRCiSoD</publisher>
<dateIssued>2004</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>325 p.; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Wacana pendidikan apa pun tentu tak bisa dilepas kan dari nilai-nilai. Pendidikan adalah tak bebas nilai. Pen didikan bersifat historis, bukan a-historis. Pendidikan juga merupakan manifestasi kepentingan. Selain kepentingan mendidik, ternyata ada juga yang political interest, bahkan bussiness oriented! Berapa banyak orang-orang miskin tak bisa menikmati pendidikan. Banyak model pendidikan yang memisahkan antara kelas siswa unggulan dan non unggulan. Pendidikan tersebut adalah masih mewarisi model-model filsafat strukturalisme dan fungsionalisme. Saat ini kebutuhan akan tersedianya formulasi pendidikan yang mampu menghadapi wacana dominasi, wacana ke tidakadilan terselubung, wacana penghargaan terhadap kelompok marginal sangatlah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Di Amerika Selatan, pemberontakan melalui teologi pembebasan harus segera ditindak-lanjuti oleh belahan bumi lainnya.

Pendidikan harus menjadi sebuah sarana memonu siakan manusia dan membebaskannya dari distorsi kema nusiaan yang hakiki.
Pendidikan yang berori entasi kepada human em powering, dialogue oriented dan simpatik minoritas su dah saatnya mendapat tem pat bagi semua elemen akademisi.

Jikalau tidak, jangan sa lahkan kalau Paulo Freire mengatakan bahwa seko lah itu candu!</note>
<subject authority=""><topic>Pendidikan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn">9799636813</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>370 Mak p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">03202201170</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>370 Mak p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>97693</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 18:08:04</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-18 14:40:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>