<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="97425">
<titleInfo>
<title>Dialog dan Edukasi</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hadinoto, N. K. Atmadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>1990</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>xii. 323 p.; 23 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Menurut penulis, pendidikan dalam konteks Indonesia, termasuk gereja, acapkali agak berat sebelah terlampau menekankan sosialisasi, dan bahwa yang lebih dibutuhkan adalah edukasi. Namun perlu terjalin 'dialektika relasi' antara sosialisasi dan edukasi.

 

Dalam kasjian seputar soal sosialisasi atau edukasi ini, pelusi lalu menyisipkan suatu kata kunci utama, yakni dialog. Harus ada relasi dialogis dalam pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Kristen (PAK). Secara eklesiologis, implikasi praktis dari prinsip dialogis dalam edukasi ialah bahwa gereja dipahami selaku persekutuan ajar-mengajar. Demikianpun pendidikan di dalam keluarga dan sekolah Kristen.

 

Untuk sampai pada pendapatnya itu, penulis mengkajinya dalam kerangka cakrawala luas, baik makro maupun mikro. Masing-masing ditelaahnya dengan mendalam. Secara berturut-turut ditelaahnya: tantangan dari gejala-gejala dunia modern, makna Pancasila bagi Indonesia (khususnya sila pertama), peranan agama dalam negara Pancasila, pandangan Kristen tentang eksistensi agama-agama lain, kedudukan sekolah di Indonesia, serta psikologi perkembangan individu.

 

Hasil studi yang ditempuh selama bertahun-tahun oleh seseorang yang memang banyak berkecimpung dalam gelanggang PAK ini, pasti akan sangat berguna bagi gereja-gereja dan pendidikan teologi di Indonesia, bahkan bagi masyarakat luas. Penelitan ini kiranya akan memperoleh gaung lebih lanjut dari para peneliti lainnya. Bagaimana gerangan prinsip dialogis dalam edukasi ini ditinjau dari apa yang oleh Martin Buber disebut sebagai relasi &#34;I and Thou&#34; dan bukannya &#34;I-It&#34; ?</note>
<subject authority=""><topic>Kristiani dan masalah sosial</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Pendidikan agama kristen</topic></subject>
<classification>268</classification><identifier type="isbn">9794154997</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>268 Atm d</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">02202200961</numerationAndChronology>
<sublocation>Textbook</sublocation>
<shelfLocator>268 Atm d</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>013-dialog_edukasi-732178.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>97425</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-25 20:20:23</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-25 20:25:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>