<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="97176">
<titleInfo>
<title>Tuhan aku ingin, suamiku mau berdoa bersama</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Keefauver, Larry</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Harvest Publication House</publisher>
<dateIssued>2001</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Ed. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Setelah duapuluh  lima tahun memberikan konseling pernikahan, mengembalakan, Larry Keefauver menyadari bahwa beberapa ratus kali ia mendengar para istri  mengeluh, &#34;Aku berharap suami saya mau berdoa bersama saya&#34;, dan ia jarang sekali mendengar para suami mengutarakan keinginan tersebut. Para suami juga tidak pernah mengutarakan kepadanya untuk membutuhkan keintiman rohani, mau lebih berdoa, atau mau lebih membaca alkitab bersama-sama dengan istri mereka.

Kenyataannya, ia menemukan bahwa para suami bahkan tidak pernah melihat adanya kasus &#34;Tembok&#34; rohani diantara mereka dan istri mereka.

Mengapa? Apakah para istri lebih dapat membedakan roh dari para suami? Apakah para istri berjalan lebih dekat dengan Allah? Tidak adalah yang dapat dilakukan untuk bertumbuh didalam Tuhan dengan suami mereka?

Buku dengan pengertian yang mendalam ini telah ditulis bagi para istri, dan suami. Keefauver menulis untuk para wanita dari pandangan kaum pria dengan tujuan untuk memberikan pengertian yang mendalam - bukan penuduhan atau kritikan - dan bagaimana suami berfikir tentang Allah dan hal-hal rohani.

Tuhan, aku berharap suamiku mau berdoa bersamaku. 
Ini hanyalah sebuah buku lain dari topik sebuah &#34;hubungan&#34;. Ini semua bukanlah sebuah tipu muslihat atau permainan yang dapat diainkan untuk mendapatkan perhatian para suami. Suami dan istri harus memiliki kerukunan yang erat dihadapan Tuhan bersama-sama, dan buku ini adalah petunjuk rohani untuk mendapatkan tempat kerukunan yang erat dengan suami anda.</note>
<subject authority=""><topic>Doa (Kristen)</topic></subject>
<classification>248.32</classification><identifier type="isbn">9799062519</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>248.32 Kee t</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">02202200592</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>248.32 Kee t</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Tuhan_aku_ingin%2C_suamiku_mau_berdoa_bersama.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>97176</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-10 17:56:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-11 10:33:02</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>