<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="97075">
<titleInfo>
<title>Memoar seorang dokter perempuan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Saadawi, Nawal el</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Yayasan Obor Indonesia</publisher>
<dateIssued>1990</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>v 110 p.; 17 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Berontak melawan rintangan-rintangan dari keluarga dan masyarakat, seorang perempuan muda bangsa Mesir memutuskan untuk studi ilmu kedokteran, dan menjadi satu-satunya perempuan dalam kelas yang seluruhnya terdiri dari kaum lelaki. Keterlibatannya dengan mahasiswa lainnya-demikian pula dengan mayat laki-laki maupun perempuan ruang autopsy-mengintensifkan pencarian identitas dirinya. Disadarinya bahwa kaum lelaki bukanlah nabi, seperti yang diajarkan ibunya, tetapi juga bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan setiap hal, dan bahwa ia tidak dapat dipuaskan dengan hidup dalam suatu kehidupan yang semata-mata mengandalkan pada pemikiran saja. Setelah perkawinan yang singkat dan tidak bahagia, ia lebih menekuni profesinya, dan menjadi dokter yang sukses dan kaya raya. Tapi pada saat yang bersamaan ia makin menyadari ketidak-adilan dan kemunafikan yang hidup dalam masyarakat. Akhirnya ia mendapat penyelesaian bukan melalui pengasingan diri, melainkan melalui hubungan dengan orang lain.</note>
<subject authority=""><topic>Fiksi Mesir</topic></subject>
<classification>892.76</classification><identifier type="isbn">9794610674</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>892.76 Els m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">02202200378</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>892.76 Els m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>3214062.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>97075</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-04 20:39:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-24 12:34:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>