Book's Detail
Maka berbicaralah Zarathustra

riedrich W. Nietzsche genap 100 tahun wafat - genap 100-an tahun pula pengumuman Tuhan sudah mati dan 'Purna-Manusia' (Übermensch) Nietzsche. Si Anti-moralis Nietzsche senantiasa menjadi tokoh sengketa - dicurigai menjadi

perasuk semangat nazi-sosialistis di Jerman pada abad silam-bukunya dijadwalkan sebagai buku bacaan wajib pembina moral dan semangat tempur

tentara Jerman

Perancuan resepsi Nieztsche sejauh ini terwakilkan dalam penerimaan rancu terhadap karya sastra Maka Berbicaralah Zarathustra sebagai 'ruang depan' untuk dihubungkan langsung dengan

rumah-filsafat Nietzsche dalam buku Kehendak Untuk Berkuasa yang dinilai nasionalistis - tetapi benarkah tafsiran sepihak itu mutlak untuk karya sastra Maka Berbicaralah Zarathustra yang

bertafsir ganda?

Kontroversi Nietzsche selama ini memang selalu rancu terombang-ambing di antara harkat gambaran kaca sastra dan harkat gambaran analisis filsafat Nietzsche - sementara harkat sastra pada asasnya berbicara tentang kenyataan fiksi mimpi sedangkan filsafat berbicara tentang kenyataan fakta nalar yang melek.

Pemunculan pertama kali terjemahan Maka Berbicaralah Zarathustra dalam edisi Indonesia yang jauh dari libatan prasangka non-sastra di Jerman kiranya membebaskan karya Nieztsche dibaca secara tidak rancu - atau diterima tidak lebih daripada salah sebuah karya sastra dunia bernilai tinggi untuk permenungan universal dan pencarian hakikat manusia sebagai manusia

Statement of Responsibility
Author(s) Nietzsche, Friedrich - Personal Name
Edition Cet. 1
Call Number 833 Nie m
ISBN/ISSN 9794291668
Subject(s) Biography-Zarathustra
Classification 833
Series Title
GMD Print
Language Indonesia
Publisher Nusa Indah
Publishing Year 2000
Publishing Place Flores-NTT: Nusa Indah
Collation 155 p.; 18 cm
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...