<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="96360">
<titleInfo>
<title>The lost boy</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Pelzer, Dave</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
<dateIssued>2001</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>352 p.; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>eorang anak tak pernah punya rumah. Yang dimilikinya Cuma beberapa lembar pakaian usang dan kumal yang dibawanya ke mana-mana di dalam tas kertasnya. Dia selalu hidup dalam keterasingan dan ketakutan. Dia tak tahu apa yang diharapkan dari dirinya dan apa yang bisa dia harapkan dari lingkungannya. Dia sudah berhasil diselamatkan dari cengkeraman ibu kandungnya yang selalu menyiksanya selama bertahun-tahun, tetapi rentetan bahaya yang lebih nyata dan yang harus dihadapinya belum selesai-bahkan baru akan dimulai. Dia tak punya tempat yang bisa dirasanya sebagai rumah. Dia mendambakan cinta dalam keluarga. The Lost Boy adalah lanjutan kisah A Child Called &#34;It&#34;. Kisah nyata perjalanan hidup Dave Pelzer sebagai remaja yang disajikan dalam buku ini menjawab banyak pertanyaan dan rasa penasaran yang muncul setelah membaca buku yang pertama.Kisah petualangan yang penuh ironi dan justru karena itulah menyentuh makna hidup: tersenyum dalam kesedihan, harapan dalam penderitaan, memiliki dalam kehilangan, kekuatan dalam ketakberdayaan. Sebuah kisah yang inspiratif dan menguatkan. Terlalu berharga untuk dilewatkan.</note>
<subject authority=""><topic>Boys - fiction</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Anak laki-laki - Fiksi</topic></subject>
<classification>813.6</classification><identifier type="isbn">9789796866076</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>813.6 Pel l</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08202100455</numerationAndChronology>
<sublocation>Textbook</sublocation>
<shelfLocator>813.6 Pel l</shelfLocator>
</copyInformation>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08202100456</numerationAndChronology>
<sublocation>Textbook</sublocation>
<shelfLocator>813.6 Pel l-2</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>The_lost_boy.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>96360</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-19 14:56:06</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-19 14:58:05</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>