<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="96330">
<titleInfo>
<title>Tuhan, mengapa aku harus ke China?</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Suryani, Grace</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Gloria Graffa</publisher>
<dateIssued>2008</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 2</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>301 p.; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kisah Nyata. Petualangan Iman Seorang Mahasiswi Indonesia di Negeri Asing.

Minggu-minggu awal saya di China, impian saya akan kehidupan yang lebih “wah” hancur berantakan. Saya disadarkan akan satu kenyataan bahwa kehidupan saya sebagai “nona besar” udah berakhir. Di Indonesia saya bisa hidup enak, manja, dan nyaman. Tapi di China, enggak ada orang yang melayani saya. Saya membayangkan:
- Akan mendapat tempat penginapan yang mewah, ternyata tidak.
- Akan mendapat fasilitas yang memadai untuk bermain piano di sekolah, ternyata tidak.
- Akan hidup di lingkungan yang lebih bersih dan teratur, ternyata tidak.
- Akan cepat menjumpai tenaga medis dengan pelayanan prima saat sakit, ternyata tidak.
- Akan mudah melakukan persekutuan doa dan memuji Tuhan, ternyata tidak.
- Akan menemukan gereja dengan mudah seperti di Indonesia, ternyata tidak.

Pelajaran pertama yang saya terima dari Tuhan adalah menerima. Penerimaan itu penting, guys. Kalo saya enggak bisa terima harus hidup “menderita”, mungkin saya udah langsung ngepack koper dan kembali ke Indonesia.

Nikmati petualangan Grace Suryani selama studi di China.</note>
<subject authority=""><topic>China</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kedamaian pikiran - aspek rohani - kekristenan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Pengalaman hidup - aspek religi - kekristenan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kisah nyata</topic></subject>
<classification>248.2</classification><identifier type="isbn">9789791734998</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>248.2 Sur t</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08202100429</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>248.2 Sur t</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Tuhan%2C_mengapa_aku_harus_ke_China.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>96330</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-16 14:05:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-16 14:05:59</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>