<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="96248">
<titleInfo>
<title>Injil bagi free thinker</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Densmoor, Michael</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Momentum</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>viii, 54 p.; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Amanat agung untuk memberitakan injil adalah tugas setiap orang percaya.Walaupun Injil sudah disebarkan ke ujung bumi,tetapi seiring perubahan zaman, gereja tidak lagi menghadapi tantangan-tantangan seperti misalnya kendala geografis atau bahasa. Tantangan terkini datang dari pandangan Free Thinker.Mereka tidak lagi menganggap diri sebagai penganut agama melainkan mengutamakan hubungan Spiritual mereka dengan Allah. Seorang Free Thinker bisa disebut rohani tetapi tidak agamawi.

Gereja belum siap untuk melayani Free Thinker. Pertanyaan rohani Free Thinker berbeda dengan pertanyaan rohani zaman sebelumnya.Kita harus bisa mengidentifikasi pertanyaan rohani mereka dan mengemas Injil untuk menjawabnya agar Injil dapat relevan dengan kehidupan Free Thinker.

Buku ini mengajak kita untuk memahami konteks penginjilan kita kepada zaman Free Thinker dan memberikan strategi serta kiat-kiat pemberitaan Injil kepada mereka. Injil sudah menang dari filsafat -filsafat zaman sebelumnya hingga muncullah filsafat baru di zaman ini.Jika kita memahami situasi dan giat memberitakan Injil dengan cara yang tepat, kuasa Akllah akan menarik banyak jiwa kepada-Nya .</note>
<subject authority=""><topic>Peginjilan - kekristenan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Devosional - kekristenan</topic></subject>
<classification>269.2</classification><identifier type="isbn">9786023931040</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>269.2 Den i</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08202100331</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>269.2 Den i</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>96248</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-28 16:50:06</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-10-28 16:50:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>