<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="96244">
<titleInfo>
<title>Meninggalkan kenyamanan, meraih kemenangan:</title>
<subTitle>Belajar menghadapi kejutan dan tangtangan hidup dari para tokoh Alkitab</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wong, David W. F</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Gloria Usaha Mulia</publisher>
<dateIssued>2009</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 2</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>192 p.; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Ketidaknyamanan bisa terjadi setiap saat. Dan buku ini adalah pegangan yang tepat untuk menghadapinya.

Hampir bisa dipastikan setiap orang menyukai kenyamanan. Wilayah ini mungkin hadir dalam bentuk pekerjaan yang enak, gaya hidup yang menyenangkan, atau jalur karier yang mulus. Namun, kenyamanan kerap kali membuai kita. Suara Tuhan menjadi tidak terdengar. Saat itulah Tuhan seperti membawa kita keluar dari kenyamanan, dari gaya hidup yang sudah kita akrabi.

Peralihan dari wilayah nyaman dapat berupa goncangan yang dialami saat kita harus keluar dari pekerjaan, saat orang yang kita kasihi meninggal, dan hal buruk lainnya. Namun suasana membahagiakan pun dapat membawa kita ke wilayah tidak nyaman; saat seorang penerima beasiswa bersukacita berangkat ke luar negeri atau saat seorang mempelai wanita harus meninggalkan keluarga dan mengikuti suaminya.

Banyak hal yang perlu dipelajari saat kita keluar dari kenyamanan. Dengan penjelasan yang ringan dan gamblang, David Wong mengajak kita melihat bagaimana para tokoh Alkitab menjalani hidup saat berada di wilayah yang tidak nyaman.</note>
<subject authority=""><topic>Kedamaian pikiran - aspek rohani - kekristenan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehidupan kristen - Alkitabiah</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehidupan kristen - ajaran alkitab</topic></subject>
<classification>248.4</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>248.4 Won m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08202100325</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>248.4 Won m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Meninggalkan_kenyamanan.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>96244</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-28 14:46:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-10-28 14:48:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>