<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="96219">
<titleInfo>
<title>Busyness:</title>
<subTitle>Menemukan Allah di tengah angin ribut kehidupan</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ryan, Juanita</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Mitra Pustaka dan Literatur Perkantas Jawa Barat</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 2</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>75 p.; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Yesus tidak anti dengan kesibukan dan kekhawatiran kita. Bahkan DIA tidak menanggapi dengan mengatakan agar kita jangan terlalu sibuk dan khawatir. DIA tidak mengatakan bahwa apa yang kita lakukan itu tidak penting, tidak bernilai, atau tidak berguna. Tetapi Yesus menanggapi kesibukan dan kekhawatiran kita dengan cara yang berbeda. DIA meminta kita untuk mengubah prioritas-prioritas kita. Yesus menginginkan agar kita bergerak dari “banyak hal” menuju ke “satu yang perlu”. Yesus tidak berbicara mengenai perubahan atau pengurangan kegiatan, namun DIA berbicara tentang hati. Sebuah perbubahan yang membuat segala sesuatunya berbeda, bahkan jika semua tampak tidak berubah (Henri J.M. Nouwen, Making All Things New).

Buku ini akan menolong kita untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana kita dapat belajar sedemikian rupa untuk memiliki hidup yang berpusat pada hadirat Allah yang penuh kasih, sehingga segala kegiatan kita mengalir dari pusat itu? Bagaimana kita dapat mengalami perubahan hati yang akan menolong kita untuk menyadari hadirat Allah di tengah kesibukan hidup kita?</note>
<subject authority=""><topic>Kehidupan kristen - pedalaman alkitab</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Doa dan renungan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Spiritualitas</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehidupan kristen</topic></subject>
<classification>248.4</classification><identifier type="isbn">9786020904672</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>248.4 Rya b</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08202100288</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>248.4 Rya b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Busyness.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>96219</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-26 10:27:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-10-26 10:39:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>