<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="95449">
<titleInfo>
<title>Penyaliban Yesus fakta atau fiksi? (Crucufuxion fact of fiction)?</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued></dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Digital Versatile Disc</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Sejumlah pakar teologi kebanyakan memahami Yesus sebagai seorang manusia tanpa harus memperdulikan pertentangan mengenai sifat Uluhiyahnya merupakan sosok yang dapat dipelajari sebagai sebuah objek dan dapat diamati melalui berbagai hal.Tidak ditemukan dalam Alkitab yang secara tegas membenarkan bahwa Kristus berbeda dengan manusia pada umumnya dan tidak dapat dimengerti keberadaannya dalam sejarah sebagaimana yang dipahami oleh sementara kaum Kristen di seluruh dunia. Bahwa dalam anggapan mereka dengan keadaannya sebagai Anak Allah dia tidak dapat dimengerti sehingga merupakan sebuah kesalahan besar apabila menerapkan sebuah pengujian
Robert M.Prce dengan tegas menentang dengan Keras dogma “tubuh” Yesus.
historical .Tetapi sebenarnya dia dalam objek kajian ilmu pengetahuan bukanlah obejek yang transden sekalipun sepertinya informasi yang diketahui tentangnya sangat sedikit. Hal ini ditegaskan langsung oleh Alkitab sendiri menyangkut kedagingannya (Yohannes 1:14) dan dengan demikian tidak berbeda denga para nabi lainnya (1 Yohannes 4:1-2) dan dalam sifatnya yang demikian dia bukan sebuah misteri yang tidak bisa dijelaskan.</note>
<classification>PEN</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan STTB Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>P E N</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">AV072019105</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>P E N</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>95449</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-13 10:30:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-13 12:48:28</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>