<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="94222">
<titleInfo>
<title>Di sini kutemukan kedamaian</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rumbo, Albert</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>Inspiro</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>131 p. ; 19 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sejak dunia tercipta, mungkin sudah ada ribuan atau jutaan bahkan mungkin puluhan milyar manusia yang terlahir. Tapi ajaibnya, setiap individu manusia punya perjalanan hidup yang unik tak pernah sama, yang tak pernah bisa dipahami oleh nalar kita yang sangat terbatas.

Inilah salah satu contohnya.Yo I Tiam, seorang anak yang terlahir di Pakejo, Buol, Sulawesi Tengah. Ia dibesarkan dengan disiplin keras cenderung kasar. Sedari kecil ia sadar bahwa manusia harus berjuang menentang badai kehidupan untuk meraih apa yang ingin ia raih, hanya lewat kekuatan dua tangannya sendiri!

Saat ia berhasil mencapai “cita dan cinta”-nya, yang didambakan oleh semua anak muda lain di zamannya, justru kekosongan semata yang ia rasakan. Kegelisahan tak berujung menggerogoti jiwanya dari dalam. Ia mencoba mengisi kekosongan itu dengan menikmati alam, membaca banyak buku, bergaul dengan sebanyak mungkin orang. Tapi, tetap saja rentetan pertanyaan terlontar balik pada dirinya: Siapakah aku? Mengapa aku harus terlahir di dunia? Kemana aku pergi setelah habis usiaku nanti? Apakah ada yang disebut kebenaran sejati? Mengapa kebebasan hidup layaknya burung liar di alam, tak juga memberi kedamaian dalam jiwa? Lalu, di mana bisa kutemukan kedamaian itu? Apakah benar ada tangan Sang Maestro yang sedang merajut jalan kehidupanku?



Buku ini menuturkan proses yang harus dilewati Yo I Tiam (Albert Rumbo) dalam menemukan jawaban dari semua pertanyaan itu.</note>
<subject authority=""><topic>Kehidupan kristen</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehidupan kristen - pengelaman hidup - pergumulan</topic></subject>
<classification>248.86</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>248.86 Rum d</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">01201902642</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>248.86 Rum d</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Di_sini_kutemukan_kedamaian.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>94222</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-07 15:21:53</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-07 15:23:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>