<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="91444">
<titleInfo>
<title>Beban yang menyenangkan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Supit, Albert O.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 2</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>viii, 149 p. ; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Apakah seorang yang telah menjadi Kristen pasti mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya? Apakah kehidupan seorang Kristen melulu berisikan sukacita? Barangkali hal seperti itu ditekankan secara tidak proposional oleh sebagian orang Kristen. Penekanan seperti itu tentu menafikan kenyataan hidup sehari-hari yang dihadapi semua manusia, termasuk orang Kristen. Di dalam kenyataan sehari-hari, penderitaan dan dukacita menghampiri kita dan menciptakan goresan-goresan dalam jiwa dan hidup manusia. 
Apakah dengan demikian penderitaan harus dihindari atau ditutupi? Tentu tidak demikian halnya. Penderitaan harus di hadapi! Melalui tulisannya ini, Pdt. Albert O. Supit mencoba memaparkan, dalam renungan-renungan reflektif, bagaimana menghadapi penderitaan-penderitaan itu dalam terang firman Tuhan. Berbagai corak pengalaman manusia, yang di dalamnya terkandung derita, diangkat oleh penulis dan dibahas secara populer dengan tetap memanfaatkan kajian teoretis dari berbagai disiplin ilmu. 
Bagi penulis, penderitaan memang merupakan beban. Dalam terang Injil, beban itu memang sesuatu yang harus ditanggung sama seperti Kristus yang telah menanggung beban derita di tengah dunia ini. Sama seperti Kristus yang telah rela menanggung beban itu, bergumul di dalamnya, dan tetap memancarkan kasih Allah, demikianlah orang-orang percaya dipanggil. Justru dalam kesediaan untuk menanggung beban dan menggumulinya di dalam Kristus, orang-orang percaya belajar bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Dalam pengenalan itu ia pun belajar memancarkan kasih Allah. Di situlah ia menemukan sukacita sejati: Allah tetap besertanya dan membimbingnya.</note>
<subject authority=""><topic>Kehidupan kristen - aspek religi - kekristenan</topic></subject>
<classification>248.4</classification><identifier type="isbn">9789796879663</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>248.4 Sup b</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08201800753</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>248.4 Sup b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Beban_yang_menyenangkan.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>91444</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-24 11:27:38</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-24 11:43:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>