Book's Detail
Tidak ada ghetto: Gereja di dalam dunia

TIDAK ADA GHETTO - GEREJA DI DALAM DUNIA

Jika tidak ada "penumpang gelap" dan tidak ada negara agama, tentu masuk akal pula jika di Indonesia tidak ada ghetto agama, yaitu "pemisahan" berdasarkan agama, Dengan demikian, tidak ada ghetto Kristen, entah itu yang diucapkan oleh orang lain maupun orang Kristen itu sendiri

Namun, jika orang Kristen tidak mau dimasukkan oleh orang lain ke dalam ghetto khusus, mengapa orang Kristen sendiri justru mencoba menciptakan ghetto bagi diri mereka sendiri ? Penulis sengaja memakai judul ini untuk mengacu pada kecenderungan gereja yang kadang-kadang lebih senang "menarik diri ke dalam" - dengan alasan keamanan - ketimbang terjun kedalam dunia nyata, Ketidakmampuan gereja menghadapi dunia nyata menbuat ia merasa lebih senang berada di dalam ghetto

Semua tulisan dalam buku ini mempunyai pokok utama : kalau gereja sungguh-sungguh hendak menjadi Gereja Yesus Kristus yang peduli pada dunia, tidak pantas ia masuk ke dalam ghetto. Sebaliknya, ia harus berada di tengah-tengah dunia apa pun resikonya, menyatakan diri sebagai bagian dari dunia, kendati tidak berasal dari dunia. Bersama dengan dua buku pertama sebelumnya, yang terakhir dari "Trilogi Pemikiran A.A. Yewangoe" ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang hendak mencari pemikiran mutakhir mengenai masalah-masalah kotemporer terkait gereja, masyarakat, dan negara.

Statement of Responsibility
Author(s) Yewangoe, Andreas A. - Personal Name
Edition Cet. 3
Call Number 261 Yew t
ISBN/ISSN 9789796876877
Subject(s) Perubahan sosial dan politik - Indonesia
Hubungan antar agama - kristen dan islam
Classification 261
Series Title
GMD Print
Language Indonesia
Publisher BPK Gunung Mulia
Publishing Year 2015
Publishing Place Jakarta
Collation xvi, 266 p. ; 21 cm
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...