<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="91385">
<titleInfo>
<title>Merangkai kehidupan bersama yang pluralis dan rukun:</title>
<subTitle>Suatu pendekatan biblis kontekstual</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hakh, Samuel Benyamin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>x, 89 p. ; 21</extent>
</physicalDescription>
<note>Bangsa Indonesia adalah banga yang plural. Masyarakat terdiri dari berbagai agama, suku, ras, budaya, bangsa dan golongan berbeda Dalam lingkup satu agama pun terdapat perbedaan tafsir dan dogma antara satu dengan yang lain. Kepelbagaian ini pada satu pihak merupakan kekayaan yang patut kita terima. Sebab, dengan sikap kepelbagaian itu kita bisa saling melengkapi dan memperkaya. 

Namun, apabila kepelbagaian itu disalahgunakan, kehidupan bersama rukun dan damai akan rusak. Persatuan dan kesatuan bangsa pun terancam. Sebab, dalam kehidupan bersama ini bisa muncul berbagai kepentingan ; politik, ekonomi, suku, agama, golongan, atau kelompok dan sebaginya. Lalu, disebarkanlah berbagai isu negatif atau sensitif yang bernuansa agama melalui media-media sosial sehingga menumbulkan sikap curiga-mencurigai sekaligus menjadi titik pemicu konflik di antara kelompok-kelompok yang berbeda. 

Menghadapi situsi itu, dibutuhkan kearifan dalam upaya merangkai kembali kehidupan bersama yang rukun itu. Kearifan itu dapat diwujudkan melalui sikap keterbukaan yang tulus dan bersahabat untuk menerima perbedaan, sambil tetap berpegang teguh kepada keyakinan yang dianut. Kita sepakat untuk berbeda, tetapi kita juga musti sepakat saling menerima perbedaan. Sebab dengan begitu, sekalipun kita berbeda, kita tetap hidup dalam suasana rukun dan bersahabat.</note>
<subject authority=""><topic>Filosfi - teori (Alkitab)</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Politik - masyarakat</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Sosial - masyarakat</topic></subject>
<classification>220.601</classification><identifier type="isbn">9786022314479</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>220.601 Hak m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08201800714</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>220.601 Hak m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>91385</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-12 09:35:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-12 10:44:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>