Book's Detail
Meng-hari-ini-kan injil di bumi pancasila: Bergereja dengan cita rasa Indonesia

Dalam buku ini, dapat kita temukan adanya ekspresi-ekspresi dogmatis baru yang cukup menyentak. Misalnya, Israel Perjanjian Lama tidak sama dengan Israel di Timur Tengah pada zaman modern ini, atau Gereja suku versus gereja tanpa dinding.
Pembahasan penulis mengenai Gereja dan Alkitab dalam bab enam juga menawarkan grand narrative yang mengejutkan. Di situ, misalnya, penulis berbicara tentang Injil primer dan Injil sekunder. Injil primer menunjuk kepada proklamasi Perjanjian Baru mengenai Kristus dan karya historis penebusan-Nya. Sementara, Injil sekunder adalah kehadiran Kristus dan karya mistis dan kosmis dalam berbagai ragam budaya dan pengalaman keagamaan. Ekspresi-ekspresi semacam ini nyaris tidak kita jumpai dalam buku-buku dogmatika yang kita kenal. Sedangkan, buku ini lebih bercorak uraian iman, sebagai bentuk pengalaman religius yang bernuansa historis, mistis, dan kosmislebih dari sekadar dogma religius yang akademis dan filosofis.
Ekspresi-ekspresi dogmatis baru yang lebih menyentak lagi dapat dijumpai dalam jilid kedua. Fokus dari jilid kedua adalah pada masa kini Gereja. Di sini, apa artinya Meng-hari-ini-kan Injil di Bumi Pancasila diuraikan lebih mengerucut, jelas, dan lugas. Singkatnya, isinya sangat relevan dengan kondisi keberagamaan di negara kita dewasa ini.

Statement of Responsibility
Author(s) Nuban Timo, Ebenhaizer I - Personal Name
Edition Cet. 1
Call Number 230 Nub m
ISBN/ISSN 9786022314295
Subject(s) Teologi - kontekstualisasi
Gereja - Indonesia
Teologi dogmatik - kontekstualisasi
Classification 230
Series Title
GMD Print
Language Indonesia
Publisher BPK Gunung Mulia
Publishing Year 2017
Publishing Place Jakarta
Collation xxxii, 488 p. ; 23 cm
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...