<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="91380">
<titleInfo>
<title>Meng-hari-ini-kan injil di bumi pancasila:</title>
<subTitle>Bergereja dengan cita rasa Indonesia</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nuban Timo, Ebenhaizer I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>xxxii, 488 p. ; 23 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam buku ini, dapat kita temukan adanya ekspresi-ekspresi dogmatis baru yang cukup menyentak. Misalnya, Israel Perjanjian Lama tidak sama dengan Israel di Timur Tengah pada zaman modern ini, atau Gereja suku versus gereja tanpa dinding.
Pembahasan penulis mengenai Gereja dan Alkitab dalam bab enam juga menawarkan grand narrative yang mengejutkan. Di situ, misalnya, penulis berbicara tentang Injil primer dan Injil sekunder. Injil primer menunjuk kepada proklamasi Perjanjian Baru mengenai Kristus dan karya historis penebusan-Nya. Sementara, Injil sekunder adalah kehadiran Kristus dan karya mistis dan kosmis dalam berbagai ragam budaya dan pengalaman keagamaan. Ekspresi-ekspresi semacam ini nyaris tidak kita jumpai dalam buku-buku dogmatika yang kita kenal. Sedangkan, buku ini lebih bercorak uraian iman, sebagai bentuk pengalaman religius yang bernuansa historis, mistis, dan kosmislebih dari sekadar dogma religius yang akademis dan filosofis.
Ekspresi-ekspresi dogmatis baru yang lebih menyentak lagi dapat dijumpai dalam jilid kedua. Fokus dari jilid kedua adalah pada masa kini Gereja. Di sini, apa artinya Meng-hari-ini-kan Injil di Bumi Pancasila diuraikan lebih mengerucut, jelas, dan lugas. Singkatnya, isinya sangat relevan dengan kondisi keberagamaan di negara kita dewasa ini.</note>
<subject authority=""><topic>Teologi dogmatik - kontekstualisasi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Gereja - Indonesia</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Teologi - kontekstualisasi</topic></subject>
<classification>230</classification><identifier type="isbn">9786022314295</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>230 Nub m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08201800706</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>230 Nub m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Meng-hari-ini-kan_injil_di_bumi_pancasila.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>91380</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-11 14:23:07</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-11 14:24:11</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>