<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="91311">
<titleInfo>
<title>Menanti sang surya di jendela timur:</title>
<subTitle>Doa dan harapan bagi mereka yang kehilangan</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Oden, Marilyn Brown</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2009</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>xi, 177 p. ; 18 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sesuatu yang bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Sebaik apa pun kondisi kerohanian seseorang tidak menjamin bahwa ia tidak akan mengalami kehilangan dalam hidupnya. Ketika kehilangan itu menerpa hidup, kita akan merasakan bahwa ada yang berbeda dari apa yang biasa kita jalani. Kita merasa gusar, marah dengan keadaan tersebut. Seakan ada sesuatu yang direbut dari kehidupan kita. Meski didominasi oleh puisi, namun puisi-puisi tersebut tidaklah sama seperti puisi-puisi dalam bidang sastra. Marilyn Oden menyusunnya dengan sangat sederhana sehingga ketika dibaca dengan penuh penghayatan, pembaca akan mengerti apa yang dia maksudkan.
back to top ^
Editorial Review

Kehidupan ini ibarat ranting yang timbul tenggelam di aliran Sungai Zambezi di Afrika. Namun, aliran sungai itu mendadak menjadi semakin deras. Serta-merta kita sudah tiba di tepi air terjun yang siap menelan kita dan menghantamkan kita ke bebatuan di bawahnya.

Seperti itulah gambaran yang diberikan Marilyn Brown Oden berkenaan dengan kehilangan yang menghampiri kehidupan seseorang. Ketika kita menjalani hari sebagaimana biasanya, lalu mendadak menerima kenyataan bahwa suatu perubahan yang mengubah hidup kita terjadi, kita ibarat dihantam ke bebatuan.

Pengalaman kehilangan dalam kehidupan merupakan sesuatu yang bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Sebaik apa pun kondisi kerohanian seseorang tidak menjamin bahwa ia tidak akan mengalami kehilangan dalam hidupnya. Ketika kehilangan itu menerpa hidup, kita akan merasakan bahwa ada yang berbeda dari apa yang biasa kita jalani. Kita merasa gusar, marah dengan keadaan tersebut. Seakan ada sesuatu yang direbut dari kehidupan kita.</note>
<classification>242.2</classification><identifier type="isbn">9789796874965</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>242.2 Ode m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08201800665</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>242.2 Ode m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Menanti_sang_surya_di_jendela_timur.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>91311</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-02 16:16:13</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-02 16:18:06</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>