<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="91237">
<titleInfo>
<title>Menilai tanpa menghakimi:</title>
<subTitle>Memelihara kejernihan pikiran dan kemurahan hati</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Cooper, Terry D.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 5</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>x, 136 p. 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Suka tidak suka, tiap orang memiliki kecenderungan untuk menghakimi. Tidak hanya terhadap orang lain, tetapi juga terhadap diri sendiri. Terhadap orang lain, sikap ini pada dasarnya mengalihkan diri dari dosa-dosa pribadi. Bahkan orang yang menghakimi cenderung tidak memandang hakikat sesamanya secara utuh. Sedangkan terhadap diri sendiri, seseorang mengecam seluruh keberadaan dirinya secara verbal, meski tidak diucapkan dengan lantang.

Lalu apa yang membedakan menilai dari menghakimi? Apa pula kaitan antara sikap menghakimi dan keangkuhan? Apa hubungan antara narsisisme atau rasa malu yang tidak sehat dengan sikap menghakimi? Lewat buku ini, Terry D. Cooper memaparkan seluk-beluk sikap menghakimi. Ia juga menolong kita untuk menghadapi orang yang bersikap menghakimi, sekaligus menghadapi diri kita yang juga cenderung menghakimi diri sendiri.

Buku ini merupakan panduan bijaksana dan praktis untuk memilah-milah isu-isu dan untuk menghadapi orang lain dengan baik dalam situasi di mana keyakinan dan kasih sayang perlu dinyatakan.</note>
<subject authority=""><topic>Menghakimi - aspek religius - kekristenan</topic></subject>
<classification>241</classification><identifier type="isbn">9789796877850</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>241 Coo m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08201800625</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>241 Coo m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Menilai_tanpa_menghakimi.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>91237</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-20 15:11:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 16:54:06</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>