<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="91202">
<titleInfo>
<title>Gembalakanlah gembala-gembala-Ku</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wuellner, Flora Slosson</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 7</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>vi, 224 p. ; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pendeta juga manusia! Plesetan dari petikan syair lagu rock yang aslinya “rocker juga manusia” nampaknya tepat untuk menggambarkan isi buku ini. Buku ini memang berawal dari kegelisahan seorang pendeta perempuan yang setelah puluhan tahun melayani jemaatnya tiba-tiba disergap oleh rasa kekosongan batin mendalam. Kekosongan batin atau spiritualitas itu mendesaknya untuk mempertanyakan kembali hakikat seluruh bentuk pelayanan kejemaatan dan juga jati dirinya sendiri dalam kesibukan-kesibukan pelayanan yang dilakukannya.

Sejak awal Flora menyadari bahwa untuk menjadi seorang pendeta dibutuhkan kompetensi tertentu: melayani Allah dan orang lain, pengetahuan teologi yang cerdas, pengetahuan tentang Alkitab, keterampilan berkhotbah dan memimpin kebaktian penuh makna, kemampuan mengorganisasikan dan memimpin komunitas gerejawi, serta perhatian yang cukup terhadap keadilan sosial. Namun, dalam proses pelayanannya dia kemudian mengakui bahwa tak pernah terpikirkan bagaimana pendeta itu sendiri memperoleh “makanan”, “dirawat” dan “dibarui”. “Tak seorang pun menunjukkan bahwa jika seorang gembala tidak diberi makan seperti domba-dombanya, gembala tersebut akan kelaparan dan mungkin saja melahap habis domba-domba tersebut” (hlm. 16).</note>
<subject authority=""><topic>Pendeta - kehidupan religius</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Yesus Kristus</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehadiran Yesus Kristus</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehidupan spiritualitas - kekristen</topic></subject>
<classification>248.892</classification><identifier type="isbn">9789796874002</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>248.892 Wue g</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08201800594</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>248.892 Wue g</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Gembalakanlah_gembala-gembala-Ku.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>91202</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-17 15:15:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-11 09:02:57</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>