Book's Detail
Tidak ada penumpang gelap: Warga gereja, warga bangsa

Andreas A. Yewangoe

TIDAK ADA PENUMPANG GELAF

B enarkah ada penumpang gelap di kereta "Indonesia"? Apakah orang Kristen menjadi penumpang gelap di dalam kereta ini? Apakah ada penumpang kelas satu dan kelas dua berdasarkan agama di kereta "Indonesia"? Buku ini menjawab dengan tegas: tidak ada penumpang gelap dalam kereta "Indonesia". Semua penumpang berhak ikut, karena semua ikut merancangnya demi tujuan bersama: mengisi kemerdekaan Indonesia, menuju masyarakat adil dan sejahtera.

Buku ini merupakan buku pertama dari "Buku Trilogi Pemikiran A. A. Yewangoe Di dalamnya, penulis banyak mengupas bagaimana kita memaknai kemajemukan, terutama isu mengenai minoritas dan mayoritas. Antara lain, bagaimana gereja dapat menyikapi persoalan yang muncul, seperti SKB tahun 1969 yang kemudian diganti dengan PBM 2006. penginjilan dan dakwah, hubungan antara gereja dan agama lain, serta tantangan dan tanggung jawab warga gereja

Melalui tulisan-tulisan dalam buku ini, sosok Pendeta Yewangoe muncul sebagai seorang teolog, pemikir, dan pemimpin yang berdiri teguh mempertahankan gereja sebagai lembaga profetis di tengah masyarakat. Dengan gaya yang kritis dan profetis, ia fidak hanya menawarkan pemikiran teologis yang merespons isu kontemporer, tetapi ia juga menularkan sikap kritis, tegas, dan jelas dalam menghadapi isu yang mengancam integrasi bangsa, negara, dan rakyat negeri ini. Buku ini kiranya dapat menjadi referenu pergumulan gereja dalam menanggapi tantangan dan persoalan kontemporer

Statement of Responsibility
Author(s) Yewangoe, Andreas A. - Personal Name
Edition Cet. 3
Call Number 261 Yew t
ISBN/ISSN 9789796876778
Subject(s) Toleransi beragama
Hubungan antar agama
Kristen dan kehidupan sosial
Classification 261
Series Title
GMD Print
Language Indonesia
Publisher BPK Gunung Mulia
Publishing Year 2015
Publishing Place Jakarta
Collation xii, 271 p. ; 21 cm
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...