|
Daftar Isi:
- Konsep otoritas alkitab di hadapan fakta kesalahan tekstual: sebuah diskusi teologis
- Meneropong makna penderitaan manusia menurut konsep Teodise C.S Lewis
- Mencari jejak-jejak autograf terjanjian lama di dalam septuaginta
- Ethics in the message of Isaiah
- The Apostles and the apostolic church
Meneropong teks dalam konteks: katekismus Heidelberg P/J 53
- Apakah yang cape town perlu katakan pada (kaum injili di) Indonesia? Suatu tinjauan dan refleksi terhadap komitmen cape town dan implikasinya pada kaum injili di Indonesia
- Homoseksualitas masa kini: suatu tinjauan menurut etika kristen
- Khotbah yang "diurapi" oleh Roh Kudus
- Kritik terhadap teologi proses dan pembelaan terhadap pandangan "greater good" dalam menanggapi masalah kejahatan
- Persahabatan: sumbangsih moralitas tradisi kristen bagi moralitas bangsa Indonesia
- Religious affections Jonathan Edwards dan relevansinya bagi ibadah komunal
- Konsep kebenaran Allah menurut Rasul Paulus di dalam surat Roma
- Pregenealogical Coherence dan teks awal Markus 1:41
- "The long journey home?" Sebuah analisis teologis terhadap metode berteologi Thomas Oden
- Memandang penderitaan melalui perspektif The already and the not yet Rasul Paulus
- Apologetika prasuposisional triperspektivalisme John Frame dan aplikasinya terhadap pemikiran kristen pluralis tentang pluralisme agama di Indonesia
- Etika kristen dan teknologi informasi: Sebuah tinjauan manurut perfektif Alkitab
- Gereja di rumah: Kontekstualisasi fungsi-fungsi rumah dalam masa perjanjian baru untuk pekabaran injil
- Ilustrasi yang berbentuk cerita sebagai salah satu unsur penting dalam khotbah
- Jesus the prophet, the Messiah, and the host: An interpretation of Luke 24:13-35
- Redemptive-historical approach: Suatu pendekatan hermeneutis injili yang kristosentris
|