<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="88790">
<titleInfo>
<title>The living church</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Stott, John R. W.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 4</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>xx, 178 p. ; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Seperti apakah Gereja yang Hidup itu? John Stott menjelaskan, Kita memerlukan gereja yang lebih konservatif radikal konservatif dalam arti bahwa mereka memelihara (conserve) apa yang dengan terang-terangan dituntut oleh Kitab Suci, tetapi radikal dalam kaitan dengan kombinasi antara tradisi dan kesepakatan yang kita sebut budaya. Kitab Suci bersifat tetap; budaya berubah.
Buku ini merangkum sejumlah ciri-ciri gereja yang autentik dan hidup. Ciri-ciri itu, pasti bersifat alkitabiah, tak tergantung waktu, dan perlu dipelihara. Kita semua didorong untuk menjadi gereja yang belajar, memelihara, beribadah, dan memberitakan Injil. John Stott membuka kebijaksanaan Kitab Suci dengan keahlian seorang guru dan menerapkannya dengan hati seorang pendeta. Menjadi gereja yang hidup bukanlah suatu tujuan yang tak mungkin.
Buku ini menjabarkan keyakinan dan impian John Stott tentang gereja masa kini, yaitu gereja yang belajar, gereja yang mengasihi, gereja yang beribadah, gereja yang mengabarkan Injil. Ditutup dengan penegasan bahwa dampak dari semua itu adalah gereja yang menjadi garam dan terang dunia.</note>
<subject authority=""><topic>Teologi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Gereja - Ajaran Alkitab</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Agama</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Eklesiologi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Teologi pastoral</topic></subject>
<classification>262</classification><identifier type="isbn">9789796874163</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>262 Sto l</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">05201700190</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>262 Sto l</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>the_living_church.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>88790</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-06-07 15:16:48</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-06-07 15:17:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>