|
"Andaikata engkau mempunyai cukup iman," kata seorang teman kepada seorang janda muda, "tentu suamimu tidak akan mati."
- Seorang suami dan ayah empat anak berhenti kerja untuk "hidup oleh iman". Para anggota gereja harus mengantar makanan ke rumah keluarga itu agar mereka tidak kelaparan.
- Seorang pendeta terkena suatu penyakit yang dapat disembuhkan, tetapi ia menolak pengobatan karena ia percaya Allah akan menyembuhkan dia dengan iman semata. Sementara teman-temannya berlutut di sekeliling tempat tidurnya untuk meminta kesembuhannya, ia meninggal.
Hal-hal di atas cukup untuk memberikan nama buruk bagi iman!
Sebenarnya, beberapa orang menyebutkannya "krisis iman". Apakah sebenarnya iman itu? Siapa memiliki iman, siapa tidak memiliki iman? Bagaimana kita dapat membedakan iman tiruan dari iman yang sejati? Dengan memandang iman yang sejati secara teliti kata pengarang, pendeta Ronald Dunn.
Dalam buku Krisis Iman, beliau menyelidiki asal mula iman sejati. Obyeknya yang semestinya, berbagai motif, sarana, dan akibatnya dalam kehidupan orang percaya. Semua soal yang sulit dibahas di sini: 1) Mengapa doa kita tidak selalu dijawab? ; 2) Apa yang menghalangi iman? ; 3) Bagaimana janji-janji Allah dapat terwujud dalam kehidupan kita sekarang ini?
|