<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="82360">
<titleInfo>
<title>Melangkahi luka; 12 kisah perjalanan menuju damai</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tan, Theresia Yunita</namePart>
<role><roleTerm type="text">Editor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>Search for Common Ground</publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>il. : 85 p. ; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>“Luka dan bisa kubawa berlari, berlari hingga hilang pedih dan perih,” demikian Chairil Anwar menggurat makna di jelang baris akhir puisi legendarisnya: AKU.

Betapa ungkapan tersebut sesuai dengan apa yang diperbuat orang-orang di buku ini. Dua belas orang ini bukanlah sosok ‘aku’ yang terlalu ‘wah’.

Namun kebersahajaan mereka dalam menghadapi perlakuan diskriminatif, keberanian untuk merengkuh luasnya pandangan, serta tekad tegas untuk terus berbagi damai dengan segala kuat-rapuh diri, adalah harapan bagi kita.

Bicara soal toleransi dan kerukunan, anak-anak bangsa ini mungkin sudah terlalu sering melukai dan terlukai. Namun tokoh-tokoh disini berupaya melangkahi luka-luka itu. Belum semuanya berhasil memang, tapi langkah mereka adalah seruan teladan agar kita melakukan hal yang sama.

Secuil kisah mereka yang tersaji di sini menantang kita untuk melampaui toleransi yang basa-basi. Kita ditantang untuk tidak sekedar menghitung luka, namun beranjak mendekap harapan dan berbuat bagi hidup bersama yang lebih baik.</note>
<subject authority=""><topic>Kisah perjalana menuju damai</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehidupan sosial - interaksi</topic></subject>
<classification>305</classification><identifier type="isbn">9786027199668</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>305 Tan m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">01201600002</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>305 Tan m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Buku-Melangkahi-Luka-BDGLautanDamai.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>82360</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-12 09:16:36</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-12 09:18:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>