<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="81376">
<titleInfo>
<title>Teologi dalam silang budaya</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>de Jong, Kees</namePart>
<role><roleTerm type="text">Editor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tridarmanto, Yusak</namePart>
<role><roleTerm type="text">Editor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Yayasan Gloria</publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1.</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>viii, 248 p. ; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>TEOLOGI dalam SILANG BUDAYA

Menguak Makna Teologi Interkultural serta Peranannya Bagi Upaya Berolah Teologi di Tengah-Tengah Pluralisme Masyarakat Indonesia

Dalam proses globalisasi sekarang ini, ditengarai bahwa yang global secara terus-menerus bertemu dengan yang lokal, sehingga dengan demikian terjadilah glokalisasi. Kenyataan ini mengindikasikan juga telah terjadi pertemuan secara terus-menerus antara konteks-konteks berbeda dan kebudayaan-kebudayaan berbeda. Dengan demikian dibutuhkanlah suatu proses interkultural, proses interaksi aktif, yang mengakibatkan terjadinya perubahan secara terus-menerus pada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Karena kebudayaan tidak statis, tetapi dinamis, maka bisa juga terjadi suatu proses interaksi dalam sejarah yang mengakibatkan terjadinya interpretasi baru di dalam kebudayaan yang sama. Hal seperti ini juga boleh disebut sebagai proses interkulturalisasi.

Sebenarnya secara esensial, proses interkulturalisasi itu sendiri sudah terjadi sejak dari awal mula kemanusiaan, sebab sejak saat itu selalu terjadi interaksi dari berbagai macam kebudayaan dan agama-agama. Namaun dalam dunia global dewasa ini, proses tersebut dirasa menjadi intensif, karena di mana pun seseorang dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda berada, pasti hidup berdampingan dan saling berinteraksi satu dengan yang lain: konvivenz (Sundermeier). Karena itu, seperti dikatakan oleh V. Kuster, teologi inter kultural meneliti dimensi-dimensi antar denominasi, agama, dan kebudayaan dari perspektif iman Kristiani.</note>
<subject authority=""><topic>Teologi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>budaya</topic></subject>
<classification>261</classification><identifier type="isbn">9786027180505</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>261 de t</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">08201500540</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>261 de t</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>teologi_dan_silang_budaya.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>81376</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-19 09:39:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-19 09:43:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>