<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="81352">
<titleInfo>
<title>Agama, budaya, dan bencana:</title>
<subTitle>kajian integratif ilmu, agama, dan budaya</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Indiyanto, Agus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Editor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kuswanjono, Argom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Editor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Mizan Media Utama</publisher>
<dateIssued>2012</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>312 p. ; 23 cm</extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>Seri agama dan bencana</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Ketika sebuah bencana alam terjadi,  sebuah pertanyaan mendasar yang muncul setelah informasi tentang kejadian dan korban atau kerugian material yang diderita, yakni mengapa bencana itu terjadi.  Hal itu secara langsung mengarah pada tiga domain besar pembentuk realitas sosial dalam studi bencana di Indonesia, yakni sains, agama, dan kultur. Jika pendekatan sains lebih menitikberatkan pada penjelasan ilmiah yang didukung oleh rasionalitas dan data empiris, pendekatan agama merujuk teks-teks agama, yang secara umum mengarah pada ide tentang hukuman, ujian, maupun pelajaran dari Tuhan yang ‘harus diambil hikmahnya’. Sementara itu, pendekatan budaya lebih menekankan perspektif masyarakat lokal yang diyakini telah memiliki daya adaptasi yang teruji.

 Fokus buku pertama dari serial Agama dan Bencana ini adalah perspektif agama dalam memahami bencana. Sifat lokal pada suatu bencana kadang merangsang orang untuk berfikir tentang seleksi terhadap korban. Fakta bahwa ternyata tidak semua orang dalam wilayah terdampak bencana mengalami kerugian yang sama, bagaimanapun menguatkan keyakinan bahwa ‘Tuhan sedang menguji umat tertentu dan menghukum umat yang  lain’. Kajian terhadap hukum agama, institusi keagamaan, dan interpretasi agama di dalam buku ini memperlihatkan bagaimana perspektif seperti ini digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat untuk memahami dan menjelaskan bencana. Pada saat bersamaan para peneliti juga memperlihatkan bahwa agama, pada tingkat paling awal, menawarkan dasar-dasar yang kuat untuk membangun masyarakat tangguh bencana.</note>
<subject authority=""><topic>Agama-budaya-bencana</topic></subject>
<classification>261</classification><identifier type="isbn">9789794337004</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>261 Ind a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">07201500528</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>261 Ind a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>agama%2C_budaya_dan_bencana.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>81352</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-23 16:03:49</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-23 16:04:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>