<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="64436">
<titleInfo>
<title>Berenang di arus zaman</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>A. Sudiarja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta : Kanisius</placeTerm></place>
<publisher>Yogyakarta : Kanisius</publisher>
<dateIssued>2003</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">en</languageTerm>
<languageTerm type="text">English</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>pada tahun 2001 Kongregasi untuk Lembaga Hidup Baku dan Serikat Hidup Kerasulan mengadakan sidang umum dalam rangka membarui semangat &#34;Hidup Bakti&#34; untuk milenium yang baru ını Perubahan zaman yang dewasa ini kita sebut globalisası menjadi alasan perlunya memıkırkan kembali kehadıran kaum religius di dunia.

Tetapi, pertanyaan yang menggusarkan adalah, apakah model hidup seperti itu masih tetap dihayati dengan setia dan masih tetap relevan untuk kehidupan zaman sekarang Pertanyaan seperti ini berasal dari dunia, &#34;orang luar, yang memperhatikan gerak-gerik kehidupan para religius dan imam, dari mereka yang mengharapkan relevansı atau kemanfaatan darı kehadıran orang-orang yang membaktıkan dırı untuk &#34;panggilan khusus&#34; ini. Yang menjadi ukuran mereka memang bukan kebenaran suatu naskah, yang memberi latarbelakang dan legıtıması pada cara hidup itu, melainkan kıprah &#34;kaum berjubah&#34;, untuk menggunakan istilah yang populer di kalangan masyarakat umum, itu sendiri di dunia. Inilah pertanyaan yang kuranglebih diajukan oleh majalah ROHANI dalam rangka menyusun bunga rampai untuk perayaan lıma puluh tahun usianya. Pertanyaan semacam ini amat menantang kita dan menuntut suatu refleksi maupun pemikiran yang mendalam, agar apa yang ditemukan dalam naskah udak berlawanan dengan yang dihayatı, atau dengan kata lain, ada kesinambungan dan konsistensi tertentu yang tetap dipertahankan dan bisa dijelaskan, kendati perubahan-perubahan yang terjadi di dunia.</note>
<classification>261.7</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>261.7 Sud b</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I99031773</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>261.7 Sud b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>64436</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-17 10:19:06</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-12 16:09:59</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>