|
Buku ini kami terbitkan dalam rangka peringatan 50 tahun GKI Jateng. Pemilihan tema tulisan dalam buku ini kami angkat dari pelbagai masalah aktual yang ada dan tantangan yang dihadapi oleh GKI Jateng masa kini dan mendatang.
Seperti kita ketahui pengaruh globalisasi, liberalisasi ekonomi yang secara bertahap akan direalisasi pada tahun 2020 oleh APEC, dibentuknya WTO (World Trade Organizatio) sebagai kelanjutan Perjanjian GATT yang ditanda tangani di Marrakesh bulan April 1994, akan berakibat hilangnya proteksionisme oleh tarif. Hal ini akan berakibat mengalirnya masuk barang. jasa, modal dan informasi dari luar.
Hal tersebut akan mempunyai dampak yang luas di bidang kehidupan sosial, ekonomi, politik, agama dan budaya di Indonesia.
Perubahan itu akan nampak dalam kehidupan keseharian baik gaya hidup
maupun perilaku rakyat. Indonesia dalam PJPT II sudah merencanakan
pembangunan menuju masyarakat industri yang modern. Modernisasi akan berdampak munculnya mamonisme, konsumtivisme, hedonisme, individualisme dan budaya kosmopolitan yang perlu dicermati dan
diantisipasi sejak dini. Modernisasi menuntut peningkatan kwalitas SDM (Sumber Daya Manusia). Akan tetapi pengembangan SDM dengan penekanan aspek intelektual dan ketrampilan saja akan menciptakan kesenjangan sosial dan ketidakadilan. Maka gereja perlu memikirkan pola pendidikan yang menciptakan manusia yang berkeadilan (penekanan aspek spiritual disamping intelektual dan ketrampilan). Pasar bebas akan berakibat persaingan yang ketat. Masalah persaingan juga akan masuk dalam kehidupan bergereja.
Menghadapi tantangan-tantangan tersebut di atas GKI Jateng harus memiliki jati diri, tetap beribadah dengan cara yang benar, hidup sehati dan saling melayani, makin memelihara persatuan dan kesatuan, menjadi gereja yang misioner dan terlibat dalam karya Allah yang membebaskan serta tanggap terhadap isu-isu yang muncul seperti perjuangan kaum perempuan dalam kesetaraan dengan laki-laki.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara gereja menghadapi realitas hidup bersama dengan agama-agama lain (pluralitas agama), maka gereja harusbijaksana dalam kehidupan bersama demi kesatuan bangsa. Tidak kalah pentingnya peranan gereja dibidang politik dalam era pembangunan masyarakat industri yang mewujudkan keadilan sosial. Kesemuanya kami sajikan dalam bentuk bunga rampai tulisan tematis.
Kami harap buku ini tidak hanya sekedar sebagai bahan bacaan melainkan dipakai oleh majelis/komisinya untuk menjadi bahan PA, diskusi kelompok atau sarasehan, sehingga jemaat mengenal dan ikut menggumuli permasalahan yang ada untuk diantisipasi.
Kami ucapkan banyak terima kasih kepada segenap penulis yang telah menyajikan tulisannya sehingga buku ini dapat diterbitkan. Kiranya buku ini mendatangkan berkat bagi GKI Jateng dan warganya pada khususnya dan bagi pembaca lainnya.
|