<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="47942">
<titleInfo>
<title>Dengan segenap akal budi:</title>
<subTitle>kiat sukses studi di perguruan tinggi</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Veith, Gene Edward</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Gamadhi, Lisda Tirtapraja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Translator</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>PT BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>1999</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">en</languageTerm>
<languageTerm type="text">English</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Setiap orang Kristen seharusnya menggunakan dan mengembangkan akal budi mereka. Tentunya, bukan tanpa risiko. Iman orang Kristen sering mendapat tantangan, tatkala mereka bergulat dalam dunia intelektual. Ketika menyadari perbedaan mendasar antara iman dan ilmu, mereka cenderung mengambil salah satu sikap: menarik diri atau berkompromi. Dua hal yang sama buruknya.
Dalam buku ini, penulis hendak menunjukkan bahwa setiap orang Kristen dapat bergerak bebas dalam dunia intelektual tanpa mencemarkan iman mereka. Inilah panggilan setiap orang Kristen. Oleh karena itu, di samping waspada terhadap pemikiran modern, kita perlu mengetahui apa yang akan dihadapi dan bagaimana menanggulangi setiap tantangan tersebut. Kita perlu juga memahami bagaimana kekristenan memberi dasar kerangka kerja intelektual dalam mengejar ilmu pengetahuan.
dalam mencari kebenaran, karena Allah adalah sumber segala kebenaran. Setiap penemuan merupakan salah satu cara untuk memuliakan Allah. Kristus tidak hanya memerintahkan setiap murid-Nya untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan, namun Dia juga memerintahkan untuk mengasihi Allah: DENGAN SEGENAP AKAL BUDI.</note>
<subject authority=""><topic>Studi Teologi</topic></subject>
<classification>201</classification><identifier type="isbn">9794159255</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>201 Vei d</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I99002720</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>201 Vei d</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>47942</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-11 08:36:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-13 18:11:21</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>