<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="46110">
<titleInfo>
<title>Manusia utopia :</title>
<subTitle>tentang manusia di bawah penindasan ideologi kaum awam hak</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wiratmo Soekito</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Jakarta : Yayasan Sumber Agung</publisher>
<dateIssued>1993</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam sejarah, tercatat begitu banyak pemikiran yang bercirikan utopia. Mulai dari liberalisme, Fasisme, Marxisme dan berbagai bentuk pemikiran lain ternyata tak lepas dari utopia. Pemikiran ini bukan sekedar omong- an kosong, artinya sekedar teori, melainkan telah diujicobakan dalam sejarah. Masalahnya dari sekian banyak uji coba itu ternyata yang dikorbankan selalu masyarakat awam yang kurang mengerti atas perso- alan yang dihadapi. Akhirnya manusia awam hanya menjadi korban ideologi yang sungguh-sungguh utopis.

Kenyataan sejarah inilah yang dianalisis Wiratmo Soekito dan de- ngan tegas mengatakan bahwa pemikiran Utopis tidak dapat direali- sasikan dalam kenyataan, melainkan hanya sebagai kehendak dalam hati. Oleh karena itu kita harus waspada terhadap setiap pemikiran utopis, apalagi kalau yang menganutnya adalah seorang pemimpin masya- rakat. Alasannya, karena pemimpin yang utopis tidak hanya membaha- yakan dirinya, tetapi dapat berdampak terhadap yang dipimpinnya.

Dalam buku &#34;Manusia Utopia&#34; ini secara mendalam diulas bentuk- bentuk utopia mulai dari yang klasik hingga modern, masalah keawaman dan bagaimana cara mendidiknya. Oleh karena itu, buku ini sangat menantang dan inspiratif serta menimbulkan sikap kritis bagi siapa saja yang tertarik terhadap masalah manusia dan tipologinya, khususnya bagi para akademisi, mahasiswa dan pemimpin masyarakat, bahkan masyar- akat luas yang ingin mengerti persoalan keawaman.</note>
<subject authority=""><topic>Utopias</topic></subject>
<classification>182</classification><identifier type="isbn">9798299051</identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan STTB Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>182 Soe m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I98002255</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>182 Soe m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>46110</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-09 10:16:07</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-24 17:47:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>