<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="45995">
<titleInfo>
<title>Kebijaksanaan dari timur</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Zaehner, Robert C.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Gramedia</publisher>
<dateIssued>1992</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Telaah buku ini terpusat pada satu hal: Hindu. Sebagai fenomen sosio-keagamaan yang telah berumur 4000 tahun, Hinduisme ada- lah sebuah belantara yang pada ditilnya tak jarang saling berten- tangan; dan penulis menghindar dari pembicaraan ditil, untuk menemukan apa yang inti, yang kemudian ia tuangkan dalam 8 bab.

Satu benang merah dari kedelapan bab tersebut kiranya tercer min dari sebutan orang Hindu sendiri terhadap pandangan hidup mereka sebagai &#34;Sanatana Dharma&#34;, dharma abadi, yaitu kebenar an, moralitas atau tindakan mulia. Dalam bab pertama kita temu kan uraian mengenai Veda, rekaman tertulis di mana dharma abadi itu mau diuraikan, kendati itu bukan satu-satunya tempat. Bab kedua membicarakan Brahman, dasar abadi semesta, dari mana dharma abadi tersebut berkembang. Moksha, bab ketiga, adalah konsekuensi dari dharma abadi, dan awal dari partisipasi orang pada Yang Kekal. Tuhan dibicarakan dalam rangka renung an falsafi Upanisad mengenai hakikat tertinggi atau terdalam dengan sebuah kecenderungan monistis maupun teistis, yang menjadi dasar dan tujuan dharma. Dharma, bab kelima alah konsep pelik, di mana Yudhishtira bergulat dalam tegangan an tara dharma yang tertulis, dan dharma abadi yang tak selalu

identik, melainkan mengatasi yang tertulis itu. Dalam Perjumpaan, dibicarakan sintesa sebagai hasil pertemuan dharma India dengan pengaruh luar, terutama dengan Kristiani tas. Dan dalam Yudhishtira Kembali kita menemukan pengejawan tahan apa yang baik dari Hinduisme dalam pribadi, historis: Gandhi.

Memasuki buku ini, pembaca akan dibuat kagum akan ke kayaan nuansa, yang tak pelak lagi akan mengikis pandangan stereotipis yang disajikan oleh buku-buku tak bermutu</note>
<subject authority=""><topic>Philosophy</topic></subject>
<classification>181.4</classification><identifier type="isbn">9795112848</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>181.4 Zae k</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I94001056</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>181.4 Zae k</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Kebijaksanaan.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>45995</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-09 10:16:07</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-24 17:37:13</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>