<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="44745">
<titleInfo>
<title>Psikologi Antarbudaya</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yusmar Yusuf</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung : Remaja Rosdakarya</placeTerm></place>
<publisher>Bandung : Remaja Rosdakarya</publisher>
<dateIssued>1991</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Yusmar Yusuf
Fenomena budaya ada di mana-mana. Hampir seluruh dimensi perilaku manu- sia merupakan dimensi budaya. Fenomena ini muncul melalui makhluk yang berbahasa, la berkembang ketika manusia memberi struktur kepada biotop- nya. Biotop diberi makna oleh manusia sebagai pelaku budaya. Tidak sedikit akibat yang dimunculkan biotop ketika manusia memperlakukan lingkungan- nya (biotop) menurut pencitraan dan persepsi yang berbeda. Dari gejala ini mun- cul beragam usaha manusia untuk mempertahankan dataran budayanya. Usaha mempertahankan ini terpancar dari mikroperilaku manusia selaku individu atau perilaku sekelompok komunitas. Tidak jarang terjadi pergolakan ketika unit peri laku itu melakukan relasi dengan unit perilaku lain yang dilatarbelakangi oleh sistem berpikir, budaya, dan nilai yang berbeda satu dengan lainnya.

Jelas pula bahwa proses-proses yang dikatakan berlangsung pada diri ma- nusia itu tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan lingkungan yang ada dan yang diadakan dalam benak manusia itu sendiri. Kebudayaan adalah sa lah satu unsur dalam lingkungan yang dimaksud sehingga perilaku manusia mau tidak mau harus dilihat dalam konteks budayanya pula, atau dalam kon- teks bauran antara berbagai budaya yang melingkupinya.

Disajikan dengan ulasan ulasan singkat mengenai perilaku manusia da lam setting kebudayaannya, buku Psikologi Antarbudaya ini tidak saja perlu dimiliki oleh para mahasiswa psikologi, komunikasi, sastra, dan ilmu-ilmu so sial, tetapi oleh siapa saja yang berminat terhadap kebudayaan dan para pe rekayasa sosial yang mementingkan dialog antarbudaya yang intensif.</note>
<classification>155.92</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan STTB Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>155.92 Yus p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I93000380</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>155.92 Yus p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>createthumb_%286%29.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>44745</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-08 09:39:27</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-26 17:32:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>