<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="39766">
<titleInfo>
<title>Teologi Mistik :</title>
<subTitle>Ilmu Cinta</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>William Johnston</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Penerbit Kanisius</publisher>
<dateIssued>2001</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Rasa kesetiakawanan rasa bersatu sama lain, dengan lingkungan dan dengan seluruh alam raya telah turun ke keluarga manusia. Jika orang di bagian dunia mengalami cinta dan belas kasih, orang di tempat lain bergembira. Jika orang di bagian lainnya dibantai, orang di tempat lain mereaksi dengan prihatin. Jika kita tidak berbuat demikian, keadaan ini sama artinya dengan kita mengkhianati kemanusiaan kita.

Dan jika orang bergerak menuju rasa kesetiakawanan ini, mereka yang dipanggil ke kehidupan mistik tidak dapat menyatakan bahwa diri mereka dikecualikan dan terkecualikan. Mistikus sejati tidak pernah dapat melarikan diri dari dunia. la hanya berempati dengan penderitaan dan kesedihan yang merupakan warisan bersama umat manusia. Bahkan mistikus yang hidup menyendiri yang tinggal di gunung atau gurun harus tetap berhubungan dengan dunia -mencintai dunia, menderita dengan dunia, menghadapi kejahatan dunia.

Dan para mistikus aktif yang hidup di tengah hiruk pikuk dunia masuk ke alam diam batin seperti yang dialami oleh mereka yang hidup di gurun. Mereka mengalami api batin dan cahaya batin; mereka mengalami kobaran cinta yang menyala, yang membuat ada mereka menjadi ada yang mencinta. Nah, api batin itu mendorong mereka bukan lagi rimba belantara (kendati mereka mungkin memang hidup untuk beberapa waktu lamanya di rimba raya). melainkan ke pasar yang berjejalan dan ke kota batin.</note>
<classification>230.046</classification><identifier type="isbn">9792101047</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>230.046 Joh t</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I99003179</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>230.046 Joh t</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Teologi_Mistik_Ilmu_Cinta.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>39766</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-11-27 11:54:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-08 17:58:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>