<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="37858">
<titleInfo>
<title>Paradigma asia :</title>
<subTitle>Pertautan kemiskinan dan kereligiusan dalam teologi aloysius pieris</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Vitus Rubianto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Penerbit Kanisius</publisher>
<dateIssued>1997</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>PARADIGMA ASIA

Kenyataan kereligiusan Asia tidaklah dapat dipisahkan dari konteks kemiskinan rakyatnya, demikian pula sebaliknya kenyataan kemiskinan Asia tidak dapat dipisahkan dari sifat religius rakyatnya. Menurut Pieris, relevansi warta Kristiani di Asia ditentukan oleh jawaban Gereja Asia terhadap realitas dwitunggal kemiskinan dan kereligiusan itu.

Gereja tidak hanya perlu menjawab masing-masing kenyataan itu, tetapi harus juga menanggapi keduanya bersama-sama. Upaya pendekatan di Asia harus merupakan paduan analisis sosiopolitis yang transformatif dan psikospiritual yang introspektif. Arahnya ialah mengatasi aspek kemiskinan dan kereligiusan yang memperbudak, serta mengembangkan dimensi kemiskinan dan kereligiusan yang memerdekakan. Benih pemerdekaan itu sudah mulai tumbuh dalam komunitas-komunitas basis manusiawi antariman di Asia.

Barangkali sudah saatnya Gereja Indonesia mengambil bentuk Gereja 'warung solidaritas' sebagai salah satu wujud kehadirannya dalam masyarakat sehingga mampu menjadi tumpahan keluhan dan derita siapa saja yang mau berbagi keprihatinan dan kegembiraan iman dalam perjuangan hidup sehari-hari.</note>
<classification>230.095</classification><identifier type="isbn">9794975842</identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan STTB Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>230.095 Rub p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I97002101</numerationAndChronology>
<sublocation>Textbook</sublocation>
<shelfLocator>230.095 Rub p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Paradigma_Asia_Pertautan_Kemiskinan_dan_Kereligiusan_dalam_Teologi_Aloysius_Pieris.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>37858</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-11-27 11:54:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-15 12:44:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>