<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33133">
<titleInfo>
<title>Designed for dignity (Dirancang bagi kemuliaan)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Richard L. Pratt</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Momentum</publisher>
<dateIssued>2002</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>xvii, 235 p. ; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sebuah artikel menceritakan bagaimana polisi menemukan selembar catatan bernada putus asa di bawah lampu meja. Bunyinya: “Jangan tangisi aku. Aku bahkan tak layak lagi disebut manusia.” Sungguh ironis, karena hanya beberapa lantai di bawah kamar hotel itu, pada malam yang sama, para penganut Gerakan Zaman Baru sedang melakukan pertemuaan dan menyanyikan bersama: “Aku adalah allah … Aku adalah allah…” Begitu ironis, karena di tempat yang sama dan dalam waktu yang sama, manusia bisa mempunyai pandangan yang begitu berbeda tentang diri mereka.

Artikel tersebut bukanlah hanya sekedar fakta yang melibatkan kedua kelompok orang di atas saja, tetapi juga menggambarkan kegamangan dalam masyarakat kita sekarang. Sebagian orang merasa begitu tidak layak, dan bahkan hampir tidak mampu untuk hidup satu menit lagi. Sedangkan yang lain merasa begitu penting dan mereka menyembah kehebatan mereka sendiri. Seseorang berkata, “Aku bukan apa-apa.” Dan yang lain berkata, “Aku adalah allah”.

Jadi… mana yang benar? Apa artinya menjadi manusia?

Bagaimana seharusnya kita memikirkan mengenai diri kita sendiri? Bagaimana kita dapat menghindari ekstrim yang tidak Alkitabiah? Kemungkinan untuk menjadi seperti apakah yang Allah berikan kepada kita?

Bahkan sebagai orang Kristen, banyak dari antara kita yang masih bingung mengenai citra diri kita. Seperti apakah Allah menciptakan kita? Bagaimana kita harus memperlakukan diri kita sendiri? Dan dapat menjadi manusia seperti apakah kita di dalam Kristus?

Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa keselamatan yang kita miliki di dalam Kristus merupakan anugerah dari Allah. Kita tahu bahwa kita selamat bukan karena usaha kita, tetapi karena kita telah dipilih sebelum dunia diciptakan, dan kita juga tahu bahwa kita menerima keselamatan yang tak dapat hilang. Namun demikian, apakah kita tahu apa yang harus kita lakukan setelah diselamatkan?

Pratt menunjukkan bahwa kita diciptakan oleh Allah untuk menjadi ciptaan-Nya yang memiliki dignity (karena tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia, maka istilah ini kadang diterjemahkan sebagai 'kemuliaan', kadang sebagai 'harkat', menurut konteksnya), dan Allah tidak membiarkan rancangan-Nya bagi kita itu menjadi gagal karena kejatuhan kita dalam dosa. Di dalam Kristus, Ia membawa kita kembali ke dalam kemuliaan, sesuai dengan rancangan-Nya. 

Jadi seharusnya kehidupan kita sebelum dan sesudah lahir baru tidak boleh sama. Ada kesempatan baru yang sudah Tuhan bukakan dan ada pula sarana untuk memanfaatkan kesempatan yang sudah Tuhan sediakan. Ada medan peperangan yang sudah Tuhan persiapkan dan ada pula berkat yang sudah Tuhan curahkan dan yang harus kita syukuri. Dan di puncak segalanya, ada Kristus yang telah menggenapi apa yang harus digenapi dan yang akan datang kembali untuk kita. 

Melalui penyelidikan Alkitabnya, Richard Pratt menunjukkan bahwa kita telah dirancang bagi kemuliaan. Pengupasan ayat-ayat Alkitab yang teliti, diskusi yang penuh wawasan, ilustrasi yang jelas, serta pertanyaan untuk menjadi bahan diskusi menjadikan buku ini sumber yang berharga untuk melakukan studi kelompok maupun pribadi. Dan seperti yang diakui oleh banyak orang termasuk Steven Brown - President “Key Life Network” yang menulis Pendahuluan pada buku ini, Pratt memiliki karunia yang mengagumkan dalam mengangkat konsep teologis yang sulit dan mendalam dan menjadikannya dapat dipahami dan menarik dan tentu sangat menolong bagi para pembacanya.</note>
<subject authority=""><topic>Kesadaran diri - aspek agama - kekristenan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kerajaan Allah</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Martabat - aspek religi - kekristenan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Antropologis teologis - kekristenan</topic></subject>
<classification>233</classification><identifier type="isbn">979813107X</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>233 Pra r</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I99003540</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">02202000091</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>233 Pra r-2</shelfLocator>
</copyInformation>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">02202000123</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>233 Pra r-3</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>33133</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-11-27 11:54:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-26 14:32:15</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>