Book's Detail
Berteologi dalam konteks asia

Pemerdekaan merupakan keprihatinan Kristus dan Gereja-Nya. Keprihatinan ini oleh Gereja dicoba diuraikan secara rinci dalam teori dan praktik teologi. Bukankah tidak ada teologi yang tidak memerdekakan? Atau dengan kata lain, bukankah pemerdekaan pada akhirnya menentukan keabsahan setiap teologi?
Melalui buku ini Pieris menekankan bahwa teologi itu sah jika berasal, berkembang, dan memuncak dalam praksis atau proses pemerdekaan. Artinya teologi mulai dirumuskan hanya bila komunitas Kristiani mulai ditarik ke dalann perjuangan rakyat lokal demi kemanusiaan utuh dan lewat perjuangan itu mulai menanamkan akarnya ke dalam kehidupan dan kebudayaan rakyat. Oleh karena itu baginya inkulturasi dan pemerdekaan, yang dimengerti dengan benar, merupakan dua nama untuk proses yang sama.
Klerus pribumi tidak dengan sendirinya merupakan tanda Gereja pribumi atau lokal. Demikian juga untuk Gereja Asia" Apa yang membuat komunitas Kristiani Asia sungguh-sungguh menjadi pribumi atau lokal adalah keterlibatan aktif dan penuh dengan sejarah kultural Asia, yang sekarang ini sedang dibentuk sebagian besar oleh mayoritas non-Kristiani.

Statement of Responsibility
Author(s) Aloysius Pieris - Personal Name
Edition
Call Number 230.095 Pie b
ISBN/ISSN 9794973548
Subject(s)
Classification 230.095
Series Title
GMD Print
Language Indonesia
Publisher Yogyakarta : Kanisius (Anggota IKAPI)
Publishing Year 1996
Publishing Place Yogyakarta
Collation
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...