<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29597">
<titleInfo>
<title>Etika bumi baru :</title>
<subTitle>Akses etika dalam pengelolaan lingkungan hidup</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Robert P. Borrong</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>PT BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>1999</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Krisis lingkungan hidup yang dihadapi manusia modem merupakan akibat langsung dari pengelolaan lingkungan hidup 'nir-etik Artinya, manusia melakukan pengelolaan sumber-sumber alam hampir tanpa peduli pada peran etika. Krisis ekologis yang dihadapi umat manusia itu berakar dalam krisis etika atau krisis moral. Umat manusia kurang peduli pada norma-norma kehidupan atau mengganti norma-norma yang seharusnya dengan norma-norma ciptaan dan kepentingan diri sendin. Elika yang dimaksudkan di sini bukan hanya etika mengenai lingkungan ('ecological ethics') tetapi etika dalam arti luas dan umum

ETIKA DUMI B DARU.

Manusia modern menghadapi alam hampir tanpa menggunakan 'hati nurani Alam begitu saja dieksploitasi dan dicemari tanpa rasa bersalah atau rasa risih-tidak punya rasa segan atau rasa hormat. Sikap ini bertentangan dengan nilai-nilai luhur manusia yang percaya akan adanya hati nurani, terlebih-lebih akan adanya Tuhan dan kehidupan pada lingkungan alam. Sikap 'nir-etik ini jelas bertolak dari berkembangnya rasionalisme yang memisahkan ilmu pengetahuan dari agama.

Tulisan ini secara khusus akan memperhatikan kerusakan lingkungan sebagai akibat dan perilaku manusia yang adalah makhluk terbatas, tetapi berasumsi seolah-olah tidak terbatas. Buku ini juga hendak membuktikan semakin tidak berdayanya manusia untuk merribendung kerusakan lingkungan hidupnya dengan teknologi, karena adanya praktik ekonomi tanpa moral yang hanya menimbulkan kerakusan, ketidakpuasan dan kekuatiran</note>
<classification>241.691 Bor e</classification><identifier type="isbn">9794159794</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>241.691 Bor e</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I99002705</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>241.691 Bor e</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29597</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-11-13 15:35:55</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-28 12:56:22</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>