| Pengantar Filsafat Ilmu | |
|---|---|
|
yang menjadi ciri pengenal manusia yang ber pikir lalah bahwa ia membentuk pengetahuan. Pe- ngetahuan ini diperoleh dengan jalan menghenti kan reaksinya yang serta merta dan kemudian ber pikir lebih lanjut serta menyelidiki huhungan yang terdapat antara hal-hal yang dihadapinya serta me nyelidiki pula sebab-sebab serta alasan-alasan yang tersembunyi di balik hal-hal tersebut. Penge tahuan yang diperoleh secara demikian ini pada umumnya memberikan jaminan akan kepastian yang lebih besar, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kepastian hayati yang dipunyai oleh hewan yang mengadakan reaksi secara naluriah, Tindakan yang mengikuti jalan memutar karena melakukan penalaran mendapatkan motivasi ser- ta perencanaan secara sadar. Di dalam diri subyek, kesatuan dalam berpikir serta bertindak mengha- silkan pengetahuan yang secara berangsur-angsur bertambah luas serta mendalam, yang terungkap dalam bahasa dan yang dapat diberitahukan ke pada sesama subyek yang lain. Kini ilmu merupa- kan bentuk yang lebih mendasar dari pertanyaan serta pertanggungjawaban, penanganan serta penguasaan bahasa, dibandingkan dengan pem- bicaraan serta perbuatan prailmiah yang lazimnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari. |
|
| Statement of Responsibility | |
| Author(s) | Van Peursen, C. A. - Personal Name |
| Edition | |
| Call Number | 121 Peu p |
| ISBN/ISSN | |
| Subject(s) | |
| Classification | 121 |
| Series Title | |
| GMD | |
| Language | Indonesia |
| Publisher | Tiara Wacana |
| Publishing Year | 1990 |
| Publishing Place | Yogyakarta |
| Collation | |
| Specific Detail Info | |
| File Attachment | LOADING LIST... |
| Availability | LOADING LIST... |
