<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20630">
<titleInfo>
<title>Memandang Yesus</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wessels, Anton</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>1999</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Print</form>
<extent>ix, ill. ind.: 189 p.; 22 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Jika kepada seorang anak Sekolah Minggu ditanyakan gambar siapakah yang sering ia lihat di gereja atau melalui alat peraga guru Sekolah Minggu, maka sontak ia akan menunjuk gambar “Tuhan Yesus”. Ya, kita memang telah mewarisi suatu gambar Yesus secara turun temurun, setidaknya dalam pewarisan tradisi Kekristenan. Suatu gambar yang kerap tanpa sadar kita anggap sebagai foto diri Yesus. Foto diri Yesus itu pun sering kita jumpai sebagai penanda Kekristenan, di kamar, rumah, kantor, bahkan fitur-fitur handphone, dsb. Malah, begitu kuatnya pencitraan Yesus melalui “foto” semacam itu, kita pun turut menyakralkannya.

Anton Wessels, guru besar bidang ilmu agama dan misiologi di Vrije Universiteit Amsterdam, dalam karyanya ini mencoba memetakan proses pencitraan Yesus selama beberapa kurun waktu dan di beberapa kontinen. Suatu proses pencitraan yang sangat dipengaruhi oleh kadar teologis dan estetis yang berbeda-beda, sehingga pencitraan Yesus muncul secara multirupa. Dengan perkataan lain, Wessels hendak mulai dengan suatu keyakinan dasar bahwa gambar Yesus hanyalah suatu produk cita-rasa budaya manusia, dan karena itu tidak pernah akan ditemukan suatu gambar orisinil. Dengan demikian, diversitas pencitraan Yesus tidak perlu didebatkan tetapi dipahami sebagai apresiasi estetik kultural dengan kandungan pesan yang berbeda pula dalam berbagai konteks.

Wessels mengawali buku ini dengan menyeret kita dalam telusur sejarah gambar Yesus yang berubah-ubah di Eropa. Augustinus dari Hippo pada abad ke-5 menyatakan bahwa tidak ada uraian rinci bagaimana rupa Yesus sebenarnya (qua fuerit facie non penitus ignoramus). Sejak semula Yesus digambarkan secara simbolis atau alegoris. Salah satu gambar yang paling disukai ialah gambar ikan (ikhthus), yang dianggap kependekan dari Iesous Khristus Theou Huios Soter – Yesus Kristus Anak Allah, Juruselamat. Demikian pula Alfa dan Omega dipakai sebagai monogram Kristus. Rupanya pada abad-abad pertama tanda salib masih belum berani dimunculkan karena pertimbangan keamanan. Tanda salib baru dimunculkan sesudah Konstatinus Agung mendapat suatu penglihatan tahun 312.</note>
<subject authority=""><topic>Kristiani dan kebudayaan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Teologi sosial</topic></subject>
<classification>232.09</classification><identifier type="isbn">9794154172</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>261.5 Wes a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I99002678</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>261.5 Wes a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>20630</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-03-17 14:57:30</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 10:14:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>